di sela-sela waktu saat pusing belajar satistika buat Ujian, saya sempatkan menulis ini. Meskipun berantakan ,tapi alhamdulillah selesai. terinspirasi dari hari kartini, semoga kartini masa kini mampu berkarya tanpa terhalang oleh jilbabnya. : )
KADO ISTIMEWA DARI ALIA
Matanya
mulai lelah memandang ke pintu. Seseorang yang ditunggunya tak kunjung datang.
Hingga tak sadar ternyata adzan sudah berkumandang dan dia sudah berada di
kamar. Sepertinya ada yang membawanya masuk ke kamar. Dia bergegas bangun dan
mengambil wudhu lalu melaksanakan sholat subuh.
“Ma... bangun
sudah subuh, mama ga sholat subuh lagi?” tanya gadis kecil itu.
Tak ada jawaban
dari mamanya, sepertinya dia amat lelah karena pulang larut malam.
“maaf ya
dek,..tadi mama telat bangun, mama capek
banget . dek Alia sarapan dulu yah, habis itu mama anter ke sekolah.”
Tuturnya.
Setiap pagi dia
selalu menyempatkan membuat sarapan untuk anaknya dan mengantarnya ke sekolah ,
setelah itu dia baru pergi bekerja. Yah itu rutinitas yang biasa dilakukan
wanita single parent ini. Suaminya meninggalkannya saat Alia masih bayi.
Kebetulan Alia
disekolahkan di sebuah sekolah islam di daerah yang tak jauh dari rumahnya. Dia
gadis yang periang, meskipun dia sering sakit-sakitan dari kecil dan seminggu
sekali harus ke dokter. Itulah alasan kenapa Sinta bekerja keras, kaarena untuk
membiayai pengobatan Alia.
...
“mama Alia belum
pulang lagi?” tanya seorang tetangga nya
“belum bude.”
Jawab gadis kecil itu
“ayo ketempat bude
aja jangan sendirian dirumah.” Ajak nya
“ga usah bude,
sebentar lagi mama juga datang” tambahnya
Tiba-tiba seorang
wanita memakai celana jeans dan sepatu hak tinggi berjalan ke arah rumah Alia.
“Assalamualaykum...dek
Alia belum tidur.,? sapa wanita itu
“Alia nunggu
mama..” jawab Alia
Alia dan mama nya
masuk kedalam rumah. Karena sudah sangat ngantuk dia meminta mamanya untuk
menemaninya tidur. Saat mamanya sedang menyelimutinya tiba-tiba dia bertanya
pada mamanya.
“ma...mama kok ga
pake jilbab. Kata guru Alia, perempuan itu wajib pake jilbab.” Tanya Alia
“iya, sekarang
Alia tidur dulu, besok bangun pagi. Ok” tutur wanita itu sambil tersenyum pada
anaknya.
Semalaman Sinta tak bisa tidur,
memikirkan perkataan anaknya itu. Dulu memang berjilbab tapi setelah kenal
dengan Husein mantan suaminya dia menanggalkan jilbanya. ya mungkin benar kata
ayah Sinta, jika dia bukan pria yang baik untuknya. Buktinya saja dia
meninggalkan Sinta dan Alia, dan lebih memilih pergi dengan wanita kaya itu.
Tapi sepertinya tidak mungkin lagi dia mengenakan jilbab, pasalnya pekerjaan
menuntutnya untuk selalu tampil seksi. Memang dia bekerja di toko kue, tapi itu
hanya ketika siang hari. Selebihnya dia bekerja sebagai pelayan di sebuah club
malam. Sebenarnya hati kecilnya berkata bila dia tidak mau bekerja di tempat
itu, tapi lagi-lagi demi si kecil Alia.
...
Gadis kecil yang
biasa periang itu, hari ini terlihat lesu. Entah kenapa dia seperti itu,
seperti ada yang sedang dia fikirkan. Dia tak langsung pulang ke rumah, dia
mampir di sebuah mushola kecil di samping rumah kepala desa. Alia kecil berdo’a
begitu khusyuk, dia berharap sekali bahwa do’a nya dikabulkan oleh-Nya.
Selesai dia sholat, ada seorang ibu-ibu
bergamis ungu mendatanginya. Sepertinya terjadi banyak percakapan antara mereka
berdua. Alia nampaknya begitu gembira. Setelah itu dia bergegas pulang ke
rumah. Di ambilnya celengan berbentuk panda miliknya.
“maaf ya panda sayang, nanti Alia ganti
lagi kok isinya kalo Alia udah bisa cari uang sendiri”. Tutur Alia
Keesokannya setelah dia pulang sekolah dia
mampir disebuah toko busana muslim. Dia bertemu dengan ibu-ibu bergamis ungu
yang bertemu dengan saat di mushola. Sebuah jilbab berwarna ungu muda dengan
sedikit bordir di ujungnya menjadi pilihan Alia. Sebenarnya sang pemilik toko
memberikan jilbab itu dengan Cuma-Cuma, tapi Alia menolaknya.
...
Lagi-lagi
mama Alia bangun kesiangan. Tapi kali ini tak ditemukan malaikat kecilnya. Ya karna
Alia sudah duluan berangkat sekolah tanpa di antar oleh mamanya. Dia begitu
panik, takut terjadi apa-apa dengan malaikat kecilnya itu. Tiba-tiba matanya
tertuju pada sebuah bungkusan berwarna coklat di atas meja makan. “to mama”
tulisan di bungkusan itu. Di bukanya bungkusan itu dan subhanallah ternyata
jilbab ungu yang dia beli dari toko kemarin untuk mamanya.
Barakallah fii umrik mama... maaf kalo Alia sering nyusahin mama. Hari ini Alia mau berangkat sekolah sendiri. Alia ga mau ngrepotin mama lagi. Ma Alia pengen mama pake jilbab lagi kaya yang di foto mama dulu. Alia juga pengen mama pindah kerja, biar ga malem lagi pulangnya. Alia ga mau liat mama sering telat sholat subuh.
Alia J
Subhanallah ,
tidak ada kata-kata lagi yang bisa terucap dari bibir Sinta. Dia baru ingat tanggal 21 April adalah hari ulang tahunnya. Malaikat kecilnya sepertinya
telah menyadarkannya kembali.
Akhirnya dia berhenti bekerja di
club malam dan memilih bekerja di toko busana muslim milik ibu bergamis ungu
yang bertemu Alia di mushola.
Subhanallah...
BalasHapusTulisanmu keren dek, gimana ya Enak dibaca dan... Menginspirasi untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi...
trimakasih telah membaca blog saya. saran dan kritikan kakak akan sangat membantu saya dalam memperbaiki tulisan saya.
HapusSubhanallah...
BalasHapusTulisanmu keren dek, gimana ya Enak dibaca dan... Menginspirasi untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi...