SENJA
BERTASHBIH DI KOTA SATRIA
Di
mata nya kota Purwoerto sore itu sangat indah. Siapa sangka gadis manja itu
bisa sampai di tempat itu seorang diri tanpa kedua orang tuanya ikut serta. Itu
kali pertamanya dia pergi jauh dari orang tuanya.
Setelah
sekitar 1 jam mengitari kota Purwokerto, akhirnya dia menemukan asrama untuknya
tinggal selama setahun kedepan.
“astaga...jadi asrama kumuh ini yang
dipesankan ayah untukku.”gerutunya dalam hati
Sepertinya gadis manja ini sedikit kecewa. Namun
mau bagaimana lagi,dia telah berjanji untuk menerima apapun fasilitas yang
diberikan orang tuanya, bagaimanapun bentuknya itu.
...
“meong...meong..dduuaarrr...”suara
brisik dari lantai bawah
Ditengoknya dari atas, ternyata suara
kucing yang sedang lari-larian.
“apa lagi ini?? Tidak tidak kamu harus bisa
tahan.”ucapnya pelan seraya mencoba menahan emosinya.
Tak hanya itu saja, pagi pertamanya di
asrama dia dibuat jijik dengan tetangga kamarnya yang menaruh sisa makanan di
depan kamar tanpa membuangnya ke tempat sampah.Dia berharap di kampus nanti
tidak menemukan hal-halmenyebalkan lagi.
Sepertinya di kampus dia belum menemukan
teman yang cocok. Dia lebih suka menghabiskan waktu kosong di gazebo dekat
pohon kersem sambil mendengarkan mp3 atau membaca novel-novel koleksinya.
(bersambung...)bingung untuk kelanjutannya -__-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar