Wajah Azza dan teman”nya
kala itu sangat ceria. Pasalnya saat itu tengah di adakan expo Ukm di
kampusnya.
“hoooo....yeeeee....”teriak
para mahasiswa histeris
Yah..karena yang
ditunggu-tunggu telah keluar, Ukm DC (dancing club). Itu adalah Ukm yang paling
menjadi favorit, apalagi para anggotanya adalah gadis-gadis cantik dan populer.
Tentu sajalah Azza ingin bergabung dengan Ukm tersebut.
“pokoknya aku ga boleh
ketinggalan daftar..” suasana sangat ramai.
Akhirnya Azza pun telah mendaftar
meskipun harus berdesak-desakan dengan mahasiswa lain.
“yuhuuu,,...DC tunggu
kedatanganku..”katanya dalam hati
Selang 2 hari, di mading terdapat pengumuman bagi setiap Ukm
akan diadakan seleksi. Azzapun dengan semangat datang ke sekre DC, dan namun
apa yang terjadi namanya tidak tercantum disana. Dia berusaha meminta pada
pengurus DC untuk tetap ikut, tapi mereka tidak mengizinkan karena memang
peraturan d Ukm tersebut. Hanya yang telah daftar pada saat expo saja yang
diterima, mungkin karna terlalu banyak yang daftar.
Dia duduk dengan muka kusam. Ya begitulah dia sangat kecewa.
“hey...Azza ya..” sapa
seorang gadis padanya
“emm...oh Reni ..” jawabnya
“iya,..kamu ngapain disini,
ikut Ukm apa?” tanya Reni
“tadinya pengen ikut DC,
tapi kayanya kemarin salah isi form, ga dtrima deh jadinya..” curhat Azza
“udah ga usah sedih, tapi
kok tadi aku lihat namamu tercantum disana ya...kesana aja yuk , siapa tahu
menarik..” ajak Reni
Azza pun ikut dengan Reni, tapi Azza mulai sedikit bingung
dan merasa aneh.
“OMG...tempat apa ini..”
katanya dalam hati
Tapi bila langsung keluar
ruanga itu, Azza merasa tidak enak hati dengan Reni yang telah mengajaknya.
Tiba-tiba ada seorang gadis
menghampiri mereka.
“Assalamualykum...saya
Fitri,siapa ini namanya?” tanya gadis itu
“wa’alaykumsalam...saya Reni
kak, ini teman saya Azza” jawab Reni
“ayo... duduknya agak
majuan, biar bisa dengar. “ ajaknnya
Azza semakin merasa aneh,
itu bukan dunianya. Dia merasa seperti disudut ruangan tanpa ada seorangpun
yang bersamanya.
...
Setiap hari, dia melakukan
dengan keterpaksaan. Hatinya telah tertancap di DC. Hingga suatu ketika ada
sebuah bedah buku yang judulnya “Agar Bidadari Cemburu Padamu” karya Salim A
fillah. Disiitu dikupas tuntas mngenai wanita. Entah saat itu Azza begitu fokus,
itu suatu hal yang luar biasa.
Selesai acara Azza dipanggil
oleh Fitri, nampaknya dia memberikan sebuah bingkisan pada Azza.
“hah...panjang dan tebal
sekali kak..pasti akan terasa lebih gerah, orang yang saya pake aja gerah”
tuturnya dengan kaget
“ukhti cantik, ini akan
lebih melindungimu. Kamu lihat kakak juga pakai, dan ini tidak membuat kakak
gerah.” Jelas Fitri,
“tapi kak...aku belum
siap.,?” jawabnya
“ya sudah, ndak papa., kakak
tau kok, dulu kakak juga seperti itu.” Tutur Fitri
“tapi kakak ingin, nanti
kitabisa bertemu di syurga” tambahnya sambil tersenyum pergi meninggalkan Azza
Dia seperti terjebak di sebuah dunia lain, yang susah
sekali untuk keluar.
Di sepanjang jalan pulang.. dia masih terus kepikiran
dengan omangan Fitri. Sampai dirumah dia berdiri di depan cermin, dia coba
jilbab pemberian Fitri.
Besoknya saat ke kampus dia
kenakan jilbab itu. Yang biasanya preman di gang meuju kampus selalu
menggodanya, namun kali itu tidak. Dia baru sadar ternyata benar yang dikatakan
Fitri.
“ya Allah ,trimakasihh telah
mengirimkan malaikat dalam kehidupan hamba” katanya dalam hati.
Sampai di kampus semua
anak-anak tertegun melihatnya.
...
“benarkah itu Ren?” tanya
Azza kaget
“benar, saat pentas tadi
malam di Graha, tiba-tiba lampu panggung roboh dan menimpa para dancer. Kak
Sonya ketua DC meninggal dunia saat dibawa ke RS, dan beberapa yanng lainnya
juga cidera.” Jelas Reni
“innalillahi wa’innalillahi
rojiun” tutur Azza
“ternyata Allah masih sayang
padaku” katanya dalam hati
Assalamualaikum, maaf tiba tiba nyasar kesini. Tertanya, masih sesama anak FPIK. Tulisannya bagus.
BalasHapuswa'alaykumussalam...trimakasih telah membaca blog saya. saran dan kritikan kakak akan sangat membantu saya dalam memperbaiki tulisan saya.
Hapus