nasyid

Kamis, 23 April 2015

Senja Bertashbih Di Kota Satria---ending ^_^


Mungkin Lena merasa cobaan selalu datang tak henti pandanya. Setahun setelah kepergian ayahnya, dia mendapat kabar jika ibunya sakit stroke dan akhirnya harus menyusul ayahnya. Setahun berikutnya usaha kakaknya mengalami kebangkrutan sehingga dia harus membiayai hidupnya sendiri di Purwokerto. Untung saja biaya kuliahnya gratis karena dia mendapat beasiswa. Setelah sepeninggal ibunya dia tidak pernah lagi pulang ke kampung kelahirannya. Hanya sesekali saja keluarganya di Kalimantan Timur menelfonnya untuk menanyakan kabarnya. Kini hampir menginjak tahun ke-4 dia menimba ilmu di Kota Satria. Sebentar lagi dia wisuda, dan setelah itu entah apa yang akan dilakukannya.
...
“sudah semester berapa mbak Lena sekarang” tanya pemilik toko tempat Lena bekerja.
“sudah semester 7 bu..” jawab Lena sambil merapikan baju di rak.
“sebentar lagi wisuda ya, mau lanjut kemana? Wah..ibu sudah tidak ada yang bantu-bantu lagi nih..” tutur bu Ani
“ah ibu...masih lama, nanti kalo Lena sudah lulus pasti akan sering main kesini kok bantu ibu, tenang aja bu” canda Lena sambil tertawa

Setelah pulang kerja, entah tangannya tergerak untuk membuka laptop melihat foto-foto kenangannya waktu SMA di Kaltim. Lena si gadis manja dengan geng nya yang centil sekarang telah berubah menjadi gadis mandiri. Terkadang dia juga rindu saat-saat bersama teman-temannya, karena memang di kampusnya sekarang dia tidak terlalu memiliki banyak teman.Tapi sepertinya dia sudah merasa nyaman tinggal di Purwokerto, rasanya dia tidak ingin pulang ke Kaltim lagi.  Sebuah foto yang sedikit blur menarik perhatiannya. Foto seorang cowok culun yang pernah menyatakan cinta padanya saat kelas 1 dan pernah dia ceburkan ke kolam. Ada perasaan bersalah dalam hatinya saat melihat foto itu. Di ambil nya modem di dalam laci, dicobanya search di facebook, tweeter dan sosmed lainnya, namun nama yang dia cari sepertinya tidak ada, buku kenangan yang di dalamnya terdapat kontak teman-temannya juga tertinggal di Kaltim.
“emm..ya sudahlah..semoga dia sudah memaafkanku” gumamnya
 Raut muka Lena begitu lesu, mandi dan istirahat mungkin membuatnya lebih fresh.
      Setelah istirahat beberapa jam dilihatnya jadwal kuliah, ternyata besok ada jadwal praktikum lapang ke Baturraden.
“wah...lumayan sedikit refreshing.,” katanya sambil mengambil buku melanjutkan mengerjakan laporan Avertebrata Akuatik yang sempat tertunda.
...
“kamu gimana sih Len, kenapa kamu ilangin spesimennya” seorang teman kelompok Lena marah padanya.
Sepertinya salah dugaanya, bukan malah refreshing tapi malah membuatnya tambah pusing. Sore itu juga dia berniat untuk mencari lagi spesimen yang hilang , tapi salah satu asisten praktikumnya melarang karena sudah terlalu sore.
“sudah, ga usah sedih. Minggu depan masih bisa dicari lagi. Kakak temani kamu minggu depan” tutur salah seorang asisten praktikum, mencoba menenangkannya.
“trimakasih kak Rara...maaf ya ngrepotin.” Ujar Lena
Selesai praktikum dia mampir di sebuah warung burjo untuk membeli makan. Keluar dari warung dia tak sengaja menabrak seorah gadis kecil. Yang membuatnya sangat bersaah karena gadis kecil itu berjalan dengan tongkat.
“maaf dek...kakak ga sengaja, ayo di obati dulu lukanya” membawanya ke kursi depan warung burjo
Rupanya gadis kecil itu kakinya terluka, baru kali ini Lena peduli dengan anak kecil.
“orang tuamu mana? Kamu mau kemana?”tanya Leena
“di surga., mau solat ke masjid” jawabnya polos
“namamu siapa? Kakak Lena...” tanyanya lagi
“Alia...” jawab gadis kecil itu
Adzan maghrib pun berkumandang... umat muslim berbondong-bondong ke masjid untuk melakukan sholat berjamaah. Lena akhirnya mengantar Alia, namun dia tak ikut masuk, hanya menunggu nya di luar masjid.
“kakak ga ikut sholat?” tanya Alia
“gak...kakak nunggu kamu diluar aja ya” jawab Lena
Setelah kurang lebih 20 menit Alia keluar, Lena langsung membantunya turun dari tangga.  Lena penasaran dengan gadis kecil ini. Bebrapa pertanyaan dilontarkan padanya. Ternyata orang tuanya telah meninggal saat kecelakaan mobil , dan dia hanya tinggal dengan kakaknya.
“kakak boleh tanya lagi..siapa yang mengajarimu sholat? Dan kenapa kamu mau sholat?” tanya Lena
“kakak Alia., kata kakak Alia harus sholat, trus doa’in umi sama abi biar mereka bahagia di surga.” Jawab  Alia
“karena di dunia Alia belum bisa buat umi abi bangga sama Alia..” tambah gadis kecil itu membuat Lena meneteskan air mata.
Seorang gadis sekecil itu bisa berkata seperti itu. Kata-katanya sangat mengena di hati Lena. Di antarnya Alia pulang ke rumahnya, ternyata yang ditemuinya disana adalah Ais. Lena kaget dan langsung memluk Ais.
“kenapa kakak ninggalin Lena, dan kakak juga tidak bilang kalau kakak sudah kembali ke Purwokerto?” tutur Lena
“maaf sayang, ceritanya panjang...ayo masuk” ujar Ais.   
Ternyata gadis kecil yang ditabraknya adalah adik Ais. Salah satu alasan mengapa dia pergi saat itu. Ketika keluarganya akan mengunjunginya di asrama, di perjalanan mobilnya mengalami kecelakaan, orang tuanya meninggal dunia dan hanya Alia yang selamat.
“ kak, Lena boleh minta tolong?” pinta Lena
“apa sayang” jawabnya
“waktu itu kakak ngasih lena mukena,Al Qur-an dan jiba. Sekarang tolong ajari Lena sholat, dan baca AL Qur-an, Lena juga pengen pake jilbab seperti kalian.” Tutur Lena dengan mata berkaca-kaca.
“subhanallah...alhamdulillah kalo kamu memang menginginkan hal itu, dengan senang  hati kakak akan membimbingmu semampu kakak.” Jawabnya dengan senyum manisnya
...
Akhirnya Lena lulus dan mendapat predikat cumlaud. Sungguh menjadi suatu hal yang istimewa ditambah kakaknya yang di Kaltim datang saat wisudanya, itu suatu kejutan bagi Lena. Padahal kakaknya mengatakan bahwa dia tidak bisa hadir di wisuda Lena. Itu semua berkat Ais , setelah dia menceritakan semua hal yang di alami Lena dan akhirnya kakak Lena mau datang spesial untuk adiknya.
Sebulan setelah wisuda, Lena berniat untuk lebih mendalami agama. Dia meminta Ais untuk mencarikan pondok pesantren untuknya. Beberapa bulan dia disana belajar agama dengan serius. Seorang santriwan pondok pesantren ditemapatnya menimba ilmu agama berniat melamar Lena. Melalui perantara seorang uztadzhah dia mengutarak maksudnya pada Lena. Lena pun menerima lamaran santriwan itu, meski dia belum tahu siapa sebenarnya pria itu. Karena dia yakin Allah pasti memberikannya jodoh terbaik. Dan tak disangka, santriwan itu adalah Ridwan ,cowok culun yang pernah dia ceburkan ke kolam karena berani mengutarakan perasaan cinta pada Lena. Subhanallah sekarang dia menjadi pria yang sholeh, Lena tidak mampu berkata apa-apa lagi. Dan akhirnya mereka melangsungkan pernikahan.

(TAMAT)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar