Mungkin Lena merasa cobaan selalu datang
tak henti pandanya. Setahun setelah kepergian ayahnya, dia mendapat kabar jika
ibunya sakit stroke dan akhirnya harus menyusul ayahnya. Setahun berikutnya
usaha kakaknya mengalami kebangkrutan sehingga dia harus membiayai hidupnya
sendiri di Purwokerto. Untung saja biaya kuliahnya gratis karena dia mendapat
beasiswa. Setelah sepeninggal ibunya dia tidak pernah lagi pulang ke kampung
kelahirannya. Hanya sesekali saja keluarganya di Kalimantan Timur menelfonnya
untuk menanyakan kabarnya. Kini hampir menginjak tahun ke-4 dia menimba ilmu di
Kota Satria. Sebentar lagi dia wisuda, dan setelah itu entah apa yang akan
dilakukannya.
...
“sudah
semester berapa mbak Lena sekarang” tanya pemilik toko tempat Lena bekerja.
“sudah
semester 7 bu..” jawab Lena sambil merapikan baju di rak.
“sebentar
lagi wisuda ya, mau lanjut kemana? Wah..ibu sudah tidak ada yang bantu-bantu
lagi nih..” tutur bu Ani
“ah
ibu...masih lama, nanti kalo Lena sudah lulus pasti akan sering main kesini kok
bantu ibu, tenang aja bu” canda Lena sambil tertawa
Setelah pulang kerja, entah tangannya
tergerak untuk membuka laptop melihat foto-foto kenangannya waktu SMA di
Kaltim. Lena si gadis manja dengan geng nya yang centil sekarang telah berubah
menjadi gadis mandiri. Terkadang dia juga rindu saat-saat bersama
teman-temannya, karena memang di kampusnya sekarang dia tidak terlalu memiliki
banyak teman.Tapi sepertinya dia sudah merasa nyaman tinggal di Purwokerto,
rasanya dia tidak ingin pulang ke Kaltim lagi. Sebuah foto yang sedikit blur menarik
perhatiannya. Foto seorang cowok culun yang pernah menyatakan cinta padanya
saat kelas 1 dan pernah dia ceburkan ke kolam. Ada perasaan bersalah dalam
hatinya saat melihat foto itu. Di ambil nya modem di dalam laci, dicobanya
search di facebook, tweeter dan sosmed lainnya, namun nama yang dia cari
sepertinya tidak ada, buku kenangan yang di dalamnya terdapat kontak
teman-temannya juga tertinggal di Kaltim.
“emm..ya
sudahlah..semoga dia sudah memaafkanku” gumamnya
Raut muka Lena begitu lesu, mandi dan
istirahat mungkin membuatnya lebih fresh.
Setelah istirahat beberapa jam dilihatnya
jadwal kuliah, ternyata besok ada jadwal praktikum lapang ke Baturraden.
“wah...lumayan
sedikit refreshing.,” katanya sambil mengambil buku melanjutkan mengerjakan
laporan Avertebrata Akuatik yang sempat tertunda.
...
“kamu
gimana sih Len, kenapa kamu ilangin spesimennya” seorang teman kelompok Lena
marah padanya.
Sepertinya
salah dugaanya, bukan malah refreshing tapi malah membuatnya tambah pusing.
Sore itu juga dia berniat untuk mencari lagi spesimen yang hilang , tapi salah
satu asisten praktikumnya melarang karena sudah terlalu sore.
“sudah,
ga usah sedih. Minggu depan masih bisa dicari lagi. Kakak temani kamu minggu
depan” tutur salah seorang asisten praktikum, mencoba menenangkannya.
“trimakasih kak Rara...maaf
ya ngrepotin.” Ujar Lena
Selesai
praktikum dia mampir di sebuah warung burjo untuk membeli makan. Keluar dari
warung dia tak sengaja menabrak seorah gadis kecil. Yang membuatnya sangat
bersaah karena gadis kecil itu berjalan dengan tongkat.
“maaf
dek...kakak ga sengaja, ayo di obati dulu lukanya” membawanya ke kursi depan
warung burjo
Rupanya
gadis kecil itu kakinya terluka, baru kali ini Lena peduli dengan anak kecil.
“orang tuamu mana? Kamu mau
kemana?”tanya Leena
“di surga., mau solat ke
masjid” jawabnya polos
“namamu siapa? Kakak Lena...”
tanyanya lagi
“Alia...” jawab gadis kecil
itu
Adzan
maghrib pun berkumandang... umat muslim berbondong-bondong ke masjid untuk
melakukan sholat berjamaah. Lena akhirnya mengantar Alia, namun dia tak ikut
masuk, hanya menunggu nya di luar masjid.
“kakak ga ikut sholat?” tanya
Alia
“gak...kakak nunggu kamu
diluar aja ya” jawab Lena
Setelah
kurang lebih 20 menit Alia keluar, Lena langsung membantunya turun dari
tangga. Lena penasaran dengan gadis
kecil ini. Bebrapa pertanyaan dilontarkan padanya. Ternyata orang tuanya telah
meninggal saat kecelakaan mobil , dan dia hanya tinggal dengan kakaknya.
“kakak
boleh tanya lagi..siapa yang mengajarimu sholat? Dan kenapa kamu mau sholat?”
tanya Lena
“kakak
Alia., kata kakak Alia harus sholat, trus doa’in umi sama abi biar mereka
bahagia di surga.” Jawab Alia
“karena
di dunia Alia belum bisa buat umi abi bangga sama Alia..” tambah gadis kecil
itu membuat Lena meneteskan air mata.
Seorang
gadis sekecil itu bisa berkata seperti itu. Kata-katanya sangat mengena di hati
Lena. Di antarnya Alia pulang ke rumahnya, ternyata yang ditemuinya disana
adalah Ais. Lena kaget dan langsung memluk Ais.
“kenapa
kakak ninggalin Lena, dan kakak juga tidak bilang kalau kakak sudah kembali ke
Purwokerto?” tutur Lena
“maaf sayang, ceritanya panjang...ayo
masuk” ujar Ais.
Ternyata
gadis kecil yang ditabraknya adalah adik Ais. Salah satu alasan mengapa dia
pergi saat itu. Ketika keluarganya akan mengunjunginya di asrama, di perjalanan
mobilnya mengalami kecelakaan, orang tuanya meninggal dunia dan hanya Alia yang
selamat.
“ kak, Lena boleh minta
tolong?” pinta Lena
“apa sayang” jawabnya
“waktu
itu kakak ngasih lena mukena,Al Qur-an dan jiba. Sekarang tolong ajari Lena
sholat, dan baca AL Qur-an, Lena juga pengen pake jilbab seperti kalian.” Tutur
Lena dengan mata berkaca-kaca.
“subhanallah...alhamdulillah
kalo kamu memang menginginkan hal itu, dengan senang hati kakak akan membimbingmu semampu kakak.”
Jawabnya dengan senyum manisnya
...
Akhirnya Lena lulus dan mendapat predikat
cumlaud. Sungguh menjadi suatu hal yang istimewa ditambah kakaknya yang di
Kaltim datang saat wisudanya, itu suatu kejutan bagi Lena. Padahal kakaknya
mengatakan bahwa dia tidak bisa hadir di wisuda Lena. Itu semua berkat Ais ,
setelah dia menceritakan semua hal yang di alami Lena dan akhirnya kakak Lena
mau datang spesial untuk adiknya.
Sebulan setelah wisuda, Lena berniat untuk lebih
mendalami agama. Dia meminta Ais untuk mencarikan pondok pesantren untuknya.
Beberapa bulan dia disana belajar agama dengan serius. Seorang santriwan pondok
pesantren ditemapatnya menimba ilmu agama berniat melamar Lena. Melalui
perantara seorang uztadzhah dia mengutarak maksudnya pada Lena. Lena pun
menerima lamaran santriwan itu, meski dia belum tahu siapa sebenarnya pria itu.
Karena dia yakin Allah pasti memberikannya jodoh terbaik. Dan tak disangka,
santriwan itu adalah Ridwan ,cowok culun yang pernah dia ceburkan ke kolam
karena berani mengutarakan perasaan cinta pada Lena. Subhanallah sekarang dia
menjadi pria yang sholeh, Lena tidak mampu berkata apa-apa lagi. Dan akhirnya
mereka melangsungkan pernikahan.
(TAMAT)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar