“tok..tok..assalamualaikum..” suara Ais
mengetuk pintu.
“oh kak Ais., ada apa?” tanya Lena
“kakak boleh masuk? Cuma mau maen ke kamar
adek aja”jawabnya halus
“tadi adek belum jawab salam mba?” tanyanya
dengan senyum manis
“oh
iya maaf lupa” jawabnya
“emang harus ya kak”tambahnya
Ais hanya tersenyum pada Lena, dan
melanjutkan perbincangan lain. Ais pikir dia muslim, ternyata dia seorang
atheis. Itu tak menjadi masalah bagi Ais untuk tetap berteman baik dengan Lena.
Sebenarnya keluarga Lena adalah muslim, hanya sebagai pelengkap dalam KTP,
selebihnya mereka tidak meyakini adanya Tuhan.
Mungkin kini Lena telah menemukan teman
yang cocok dengannya. Mereka saling menghormati. Saat Ais sedang sholat Lena
menunggunya sampai selesai. Terkadang saat waktu sholat telah tiba Lena juga
mengingatkan Ais. Lena mulai sedikit melupakan kesedihannya paska ditinggal
ayahnya.
Suatu
ketika saat Lena menginap di kamar Ais, tanpa sengaja buku hariannya tertinggal
disana. Tanpa sengaja pula Ais membaca isi buku harian Lena.
dear diary...
hari
ini aku menemukan teman baru, namanya kak Ais. Dia orang yang baik, bahkan
sangat baik padaku. Dia adalah seorang muslim. Aku heran kenapa dia percaya
adanya tuhan. Padahal sudah jelas-jelas tuhan tidak nampak. Lalu tentang dosa,
surga dan juga neraka, kenapa umat muslim dan umat agama lain begitu percaya.
Aku juga bingung manusia yang menciptakan adalah tuhan lalu siapa yang
menciptakan tuhan? Semua sungguh menjadi suatu keanehan bagiku. Memang dalam
KTP ku dan keluargaku tertera Islam, tapi dari dulu aku tidak pernah diajari
bagaimana mengenal tuhan......
Ais menutup buku hariannya sambil
tersenyum. Ya mungkin itu menjadi PR baru bagi Ais.
...
Siang
itu saat Lena akan pergi keluar,tiba-tiba seorang penjaga asrama memanggilnya.
“mba Lena, tunggu sebentar..” teriaknya
pada Lena.
“iya, ada apa bu?” tanya Lena
“ ini ada titipan untuk mba Lena, dari
siapa saya juga kurang tau. Karena tadi yang jaga kebetulan bukan saya.” Tutur
penjaga asrama sambil memeberikan sebuah kotak dengan ukuran 30x30 cm.
Lena tak langsung membuka kotak tersebut
karena dia sedang buru-buru pergi ke kampus. Setelah selesai kuliah, seperti biasa dia menyendiri di
gazebo dekat pohon kersem itu. Dibukannya kotak tadi, ternyata itu dari Ais.
Ada sebuah mukena berwarna hijau lengkap dengan Al-qur’an, dan surat singkat darinya serta buku diary nya yang hilang.
Maaf sayang, kakak tidak sempat pamit.
Kakak pergi ada urusan yang harus diselesaikan. Jaga diri baik-baik ya. Maaf ya
kakak baca diary kamu hehe..ga sengaja kebuka, oia..semua jawaban atas
pertanyaan kamu ada di dalam Al-Qur’an. J
Kak
Ais
Lena menitikkan air mata, baru saja dia
mengenal kakak sekaligus teman sebaik Ais. Mungkin dia harus lebih
bersosialisasi dengan orang banyak, tidak hanya Ais. Semenjak kepergian Ais,
Lena menemukan banyak pelajaran hidup.
bersambung...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar