nasyid

Kamis, 21 Mei 2015

Karna Allah tau yang kita butuhkan.....



Hari pertama
Saya : “lah ga punya jilbab gede kaya kamu,punyaku tipis semua”
Sahabat saya : “di double aja pem, bisa kok. Atau nanti aku pinjemin dulu J
Saya : “makasih pem”
...................................................................................................................................................................
Pulang kampung pertama kali setelah beberapa bulan di purwokerto

Ibu : “kenapa celana nya dibawa pulang semua? Itukan baru beli kemarin pas mau berangkat kesana.”
Saya : “hehe iya bu., pengen pake rok sekarang.”
..................
Pulang kampung yang kedua kalinya

Saya : “wah baru ya.,buat siapa ini bu?”
Ibu : “buat kamu, katanya mau pake rok, kamu kan ga punya rok, ga pernah beli lagi.”
Saya : “asyik...makasih ibu”
.................
Pulang kampung yang ketiga kalinya

Bapak : “ga ribet apa mbak pake rok terus, ?”
Saya : “ ga sih pak. Tapi kadang juga suka ribet sih kalo pas mau joging apa naik sepeda gitu.”
Bapak : “ya pake celana dong, masak iya pake rok terus.”
Saya : “udah terlajur nyaman pak, kadang suka risih kalo cuma pake celana.”
Bapak : “gimana sih mbak”
Saya : “hehe sebenarnya mbak pengen bikin rok celana pak, nih kayak gini modelnya.”
Bapak : “bagus, ya bikin dong.”
Saya : “bahannya udah beli tapi nabung dulu lah pak uangnya belum cukup buat bayar tukang jahitnya.”
Bapak : “nih bapak ada rejeki (ngambil dompet,nyodorin uang ke aku), sana pergi ke tukang jahit.”
Saya : “mbak tadi bilang gitu bukan kode loh pak, hehe ..tapi makasih ya pak.”
..................................................................................................................................................................
Emmm....trimakasih ya Allah telah memberi banyak kemudahan bagi hamba : )
Kemudahan apa lagi ya nanti yang mau di kasih Allah,. . . .

Kamis, 14 Mei 2015

Agar Bidadari Cemburu Padamu



Assalamualaykum sahabat...

Alhamdulillah hari ini saya telah selesai membaca buku karya dari Salim A. Fillah dengan judul “Agar Bidadari Cemburu Padamu”. Baru kali ini loh saya baca buku sampai habis, biasanya saja brenti di tengah-tengah , hehe.

Sahabat sudah pernah baca belum buku ini, bagus loh.

Buku ini hadir untuk wanita yang ingin menghadirkan atmosfer surga dalam setiap hirup nafasnya. Yang muda maupun yang telah kaya pengalaman hidup. Yang sudah mendampingi dan didampingi, juga yang sedang menanti : D . Agar bidadari cemburu padamu.


Lalu para lelaki? Seharusnya mereka juga tahu bagaimana memperlakukan wanita dengan keadilan syariat Allah. Menjaga tanpa mengekang, menghormati kebebasan namun tetap melindungi, serta memberikan rasa nyaman sekaligus rasa aman. Ia, menjadikannya rusuk kiri. Dekat ketangan untuk dilindungi, dekat ke hati untuk dicintai.

Sahabat penasaran, ayo baca bukunya. . Buat yang perempuan kudu baca ya, biar tau menjadi perempuan muslim itu bagaimana dan yang laki-laki juga biar tau gimana cara memperlakukan seorang perempuan hehe... ayo ayo,. :D

Bahasanya enak kok, insyaAllah gak bosen deh. Saya saja ketagihan untuk membacanya. Buku selanjutnya sudah menanti saya nih Jalan Cinta Para 
Pejuang.


#semangat membaca :D

karna Dia :)




Dan sekarang baru aku tersadar bahwa cinta yang hakiki hanya cinta Dia pada yang empunya cinta. Sudah cukup aku dibuat lelah dengan semua sikapnya yang selalu egois itu. Siapa dia mau mengatur hidupku, belum juga menjadi istriku dia  sudah seperti ini apalagi kalau sudah jadi istriku, bisa mati berdiri rasanya, sedikit-sedikit tidak boleh. Mungkin besok aku harus mengatakan semua ini padanya. Paginya dia menemui di depan kos ku, matanya sebam. Lantas aku bertanya padanya.

“apa yang terjadi padamu dek?” tanyaku dengan nada halus
Dia lalu berbalik badan dan memelukku sembari menanggis. Astagfirullah... apa lagi yang diperbuat wanita ini, kami belum muhrim. Aku rasanya ingin membentaknya tapi tak tega karena sepertinya dia sedang mendapat masalah. Kucoba menenangkannya hingga akhirnya dia mau bercerita padaku. Aku mengajaknya makan karna tidak enak bila mengobrol di kosan. Aku sengaja duduk agak jauh darinya tapi dia selalu mendekat padaku.

“mas, maafkan aku, sebenarnya aku dekat dengan seorang pria selama mas kembali ke pondok.” Tuturnya padaku sambil bersandar di bahuku meski aku sudah menolaknya dia tetap tak mau pindah.

“jadi itu masalahnya, lalu kenapa kau menanggis?” tanya ku padanya dengan nada halus meski di dalam hati ku serasa ingin sekali memakinya, sungguh sangat kecewa dikhianati seperti ini.

“aku tahu mas mungkin kecewa, dan mungkin akan lebih kecewa lagi bila aku bicara yang sejujurnya. Tapi aku tak tau lagi harus mengatakan ini pada siapa. Aku hamil mas.” Katanya sambil terus menanggis di pundakku.


Astagfirullah... apa lagi ini ya Rabb. Disaat itu pula seorang wanita bergamis abu-abu masuk ke rumah makan. Dia melihatku dengan seorang wanita yang bersandar di pundakku, meminta pertanggungjawaban atas kehamilannya sembari menangis. Dia tak lagi meneruskan langkahnya menuju tempat makan, dia langsung pergi dengan muka tertunduk lalu menstater motor dan meninggalkan tempat rumah makan. Dan lagi-lagi itu hanya halusinasiku karena sedang menaruh hati padanya.

“apa yang harus kulakukan mas?” pertanyaan Alisa membangunkanku dari halusinasiku. Ku ajak dia pulang tanpa menjawab pertanyaan yang dia lontarkan padaku.

...

 “sungguh tak berguna ilmu yang ku peroleh dari pondok, kalo ujung-ujungnya luluh juga pada wanita macam dia.” kataku dalam hati. Begitu lemah imanku kala itu hingga aku mau berpacaran dengan dia.

Haruskah aku menikahi Alisa hanya sekedar untuk menolong? Atau tak ku gubris dia dan segera mengkhitbah Fatimah.Seorang menghampiriku di teras mushola.
“assalamualaykum broo... rupanya kau sedang gelisah ? bagilah barangkali awak bisa membantu hehe.” Sapa akh Rizal, dia murabbiku disini.

“wa’alaykumussalam akh,. ane bingung .” Tuturku padanya

“pasti masalah cinta, apakah kau sudah menentukkan pilihan antara Alisa dan Fatimah?” tanyanya

“sudah akh, insyaallah ane memilih Fatimah” jawabku

“lantas?” tanyanya lagi

 “Alisa hamil akh.. tapi tunggu, bukan ane yg menghamili dia. Saat ane kembali ke pondok dia dekat dengan teman pria nya. Dan saat ini dia tidak mau bertanggungjawab.”jelasku padanya

Sepertinya akh Rizal pun juga belum bisa memberi solusi padaku. Aku harus memutuskannya segera.
 Selang 2 hari kutemui akh Rizal lagi di perpustakaan. Kuutarakan niatku ini, dan dia pun menyerahkan semua padaku. Kali ini aku harus menjadi pria yang gentle. Bissmillah, sore itu ku telfon abi ku, ternyata beliau sama sekali tak marah padaku. Kumantabkan pilihanku meski berat rasanya.

...

Acara lamaranpun telah terlaksana, dan selang 2 hari berikutnya acara ijab kabul. Hati ini mulai tak tenang, yang jadi pertanyaanku kala itu, akankah dia datang di acara walimahanku? sepertinya tak sanggup jika aku harus melihatnya disini.
 
Tinggal hitungan detik, jantungku serasa ingin copot. Ponselku berbunyi, ada  pesan masuk.

“assalamualaykum, maaf mas sepertinya aku tidak bisa melanjutkan pernikahan ini, alhamdulillah Tedi telah bersedia bertanggungjawab atas apa yang telah dia lakukan padaku. Aku sunggu meminta maaf padamu atas pembatalan ini.” Bunyi sms dari Alisa

Disisi lain aku merasa senang karena tak jadi menikah dengan Alisa, tapi aku sedih bagaimana dengan orangtuaku. Pasti mereka sangat malu karena putranya tak jadi menikah sedang undangan sudah banyak yang datang. Kutenggok ke arah akh Rizal, di melirik ke arah kanan sepertinya memberi suatu kode padaku. Awalnya aku tak mengerti, setelah kucermati disana ada seorang akhwat bergamis merah jambu yaitu Fatimah.

Sabtu, 09 Mei 2015

YANG BERNAMA RAHASIA




Hey kau yang bernama rahasia...

Bagaimana kabarmu hari ini, Semoga senantiasa selalu dalam naungan-Nya

Hey kau yang bernama rahasia...

Kini aku tak tau dimana kau berada, Juga tak tau bagaimana rupamu

Tapi izinkanlah aku menulis ini untukmu

Hey kau yang bernama rahasia...

 Kini aku memang belum mengenalimu, Belum tau bagaimana budi hatimu

Tapi aku ingin suatu saat nanti kau yang menjadi imam di setiap sholatku

Membimbingku menjadi wanita yang sholehah

Agar aku dapat menemui Rabb ku dan Rosul ku

Serta menjadi satu-satunya bidadari yang menemanimu di syurga

Hey kau yang bernama rahasia...

Jika suatu hari nanti kita dipertemukan

Terima aku apa adanya ya.. J Terima segala kekuranganku

Karena aku ingin kaulah yang menyempurnakannya

Hey kau yang telah tertulis di lauful mahfuz...

Aku yakin kau orang yang terbaik, Yang telah dipilih oleh-Nya untukku

Meski kau bukan yang kuinginkan, tapi yang pasti kau adalah yang kubutuhkan

Hey kau yang bernama rahasia ...

Semoga Allah selalu menjagamu

Teriring selalu doa ini untukmu

Jaga dirimu baik-baik

Karena disini aku juga menjaga diriku untukmu sang rahasia besar



salam manis dariku : )

Jumat, 08 Mei 2015

Olahraga yang di anjurkan Rasulullah

Assalamualaykum ikhwah fillah...

Kalian pada suka olahraga gak?? olahraga itu baik loh buat kesehatan...
Rasulullah saw saja mengajurkan umatnya untuk berolahraga. Mau tau olahraga apa yang di anjurkan oleh beliau????

 Jadi, kata sahabat saya Dwi Handayani olahraga yang di anjurkan oleh Rasulullah itu ada 3 yaitu memanah, berkuda, dan berenang. Lah kok bisa sih?? karena saya penasaran langsung deh saya search di internet. Nah nemu ini akhirnya,

1. Panahan/memanah
Apa manfaat olahraga memanah? Ternyata latihan memanah akan melatih emosi dan fisik untuk meletakkan target pada sasaran. Memanah sangat menitik beratkan body balancing. Maka jika pemanah emosinya tertekan, maka panahan amat mudah tersasar. Secara tidak langsung,  ini melatih manusia tenang, konsentrasi dan menstabilkan emosi. Individu yang tidak tenang, gopoh, pemarah, kurang sabar atau kurang sehat mentalnya tidak akan menjadi pemanah yang baik.

Perbuatan melenturkan anak panah di busurnya, kemudian melepaskannya perlu satu kekuatan fisik, ini juga satu latihan holistik kepada diri seseorang dari segi fisik dan mental.

Di Hadist lain dijelaskan:
Bersabda Rasulullah SAW, ”Kamu harus belajar memanah karena memanah itu termasuk sebaik-baik permainanmu.” (Riwayat Bazzar, dan Thabarani dengan sanad yang baik)

2. Berkuda
Selain olahraga memanah, Rasulullah SAW juga suka olahraga berkuda. Berkuda sangat baik untuk kesehatan. Seluruh anggota tubuh atau badan dari kepala sampai kaki, dari fisik hingga mental akan dapat manfaatnya. Bentuk lekuk badan belakang kuda (tempat tunggangan) baik untuk merawat segala masalah tulang belakang manusia.

Sewaktu pergerakan galloping yaitu cara kuda melompat dan berlari, menyebabkan vetebra tulang belakang manusia bergeser antara satu sama lain dalam keadaan harmoni, dan merangsang saraf-saraf tulang belakang, seolah-olah diurut, sedangkan pakar chiropraktik pun tidak mampu berbuat seperti gerakan natural tulang-tulang veterbra sewaktu orang menunggang kuda.

3. Berenang
Selain panahan dan berkuda ada lagi olahraga yang disarankan oleh rasulullah SAW. Olah raga itu adalah berenang. Sewaktu berenang, mental, fisik, semua otot dan tulang rangka digerakkan untuk membuat satu gerakan yang berkoordinasi antara dua anggota kaki dan dua anggota tangan, selain merangsang stamina (sistem kardiovaskular), berenang juga memberi peluang manusia untuk menguasai air serta menjadi berani.

Islam menganjurkan umatnya hidup sehat dan kuat sebagaimana hadis Rasulullah s.a.w, "Orang mukmin yang kuat itu lebih baik dan lebih Allah kasihi daripada mukmin yang lemah". (riwayat Muslim)

Sumber: (http:// forum. kompas .com/ kesehatan/  55915- olah-raga-yang-disarankan-nabi-muhammad-saw. html)
Nah, sekarang sudah tau nih mengapa Rasulullah menganjurkan kita untuk berolahraga. Gak penasaran lagi nih saya hehe... semoga bermanfaat juga untuk ikhwah sekalian.  
#semangat berolahraga ya... : )

Kamis, 07 Mei 2015

TERNYATA BUKAN DIA :D




TERNYATA BUKAN DIA :D

“tok...tok...” terdengar suara ketukan pintu yang begitu keras. Segera ku akhiri dan kututup Al qur’an ku. Tak ada orang didepan pintu tapi ada sebuah amplop merah dilantai. “Untuk Fatimah” tulisan di amplopnya. Sepertinya ini untukku tapi dari siapa? Aku tentu bertanya-tanya siapa pengirim surat ini. Kata-kata nya begitu dalam, beberapa kali aku menitikkan air mata. Subhanallah andai aku tau siapa pengirim surat ini, aku akan mengatakan padanya bahwa dia sungguh benar-benar pandai merangkai kata-kata. Surat itu tak hanya sekali atau dua kali dikirim orang rahasia itu, tapi hampir setiap minggu aku mendapatkan surat dengan warna amplop yang sama. Apa mungkin ini penggemar rahasiku? Hahaha tanyaku dalam hati. Tapi ya masak ada penggemar rahasia segala, cemen sekali dia hanya beraninya mengirim surat. Kalau berani ketemu langsung denganku.
...
Setelah selesai syuro dengan anggota LDF dikampusku aku segera menuju kantin karena sudah lapar sekali sejak pagi belum sempat sarapan.
“ukh temenin aku makan lah...” ajakku pada Zaenab
“ayuk, aku juga lapar nih ukh...” jawabnya
Kami berdua makan di kantin Pak Kumis, karena yang jualan kumisnya tebal jadi sering disebut kan Pak Kumis hehe. Saat kami tengah menungu pesanan, segerombol mahasiswa cowok angkatan atas tengah menuju kantin sepertinya mereka juga mau makan disana. Yah jadi kurang nyaman nih karna banyak yang cowok. Kalau belum terlanjur mesen sih kami memilih pindah kantin. Tapi bodo amat lah ya, karena perutnya udah gak bisa nahan ya terpaksa jadi makan disitu, toh makanan juga hampir datang.
Saat lagi nikmat-nikmatnya makan ada seorang ikhwan yang menghampiri segerombol senior itu. Astaga ...itu akh Zaky, seorang ikhwan yang hafidz 20 juz itu. Subhanallah dia begitu berkharismatik, tak sengaja aku memandangnya begitu lama.
“heh ...ukh ingat jaga pandangan..” Zaenab mengingatkanku
“subhanallah ukh...hafidz 20 juz.” Kataku padanya
“iya ukh...subhanallah banget, semoga kita bisa seperti dia ya”  tutur nya
Tapi apa yang dibawanya itu, amplop merah... persis sekali dengan amplop yang sering kuterima. Jangan-jangan dia yang suka mengirim surat padaku.
Semenjak itu aku jadi kepedean sendiri, merasa jika akh Zaky lah yang mengirim surat padaku. Setelah kuliah ketika akan pulang aku berpapasan dengannya di tangga kampus. Kami tak sengaja saling bertatapan, dia mengganggukkan kepala dan senyum padaku. Wah...seketika aku serasa kenyang setelah mendapat senyum manisnya siang itu.
...
“kringggg...” ponselku berbunyi, rupanya ada pesan singkat dari ukh Leli, seniorku di kampus. Dia meminta bertemu denganku sore ini untuk membicarakan suatu hal.
Aku berjalan dengan tergesa-gesa sore itu takut ukh Leli menungguku terlalu lama. Ternyata dia juga baru datang. Dan apa yang dia katakan aku begitu kaget.
“bagaimana dek? Apakah kamu mau, tidak perlu dijawab sekarang kok.” Tuturnya
Sebenarnya aku juga menginginkannya tapi aku masih semester 4, apakah harus secepat ini. Sudah 3 malam ini aku meminta petunjuk dari-Nya tapi belum juga ada titik terang. Akhirnya aku meminta pendapat abi dan umi, mereka menyerahkan semua keputusannya padaku.
Dengan mengucap bissmillah aku mengirim pesan singkat kepada ukh Leli bahwa aku menyetujuinya. Aku sangat berharap jika dia adalah akh Zaky yang selalu mengirim surat padaku. Tak apalah aku pikir, aku juga tetap bisa melanjutkan studyku meskipun telah menikah. Apalagi menikah dengan seorang hafidz seperti akh Zaky, sungguh itu adalah impianku.
...
Setelah beberapa detik jantungku berdegup begitu kencang. Dan apa yang terjadi, ternyata orang yang mengirim surat padaku bukan akh Zaky melainkan sahabatnya akh Roby. Dia memang begitu asing bagiku, karena dia memang baru saja wisuda 1  bulan yang lalu dan jarang pula ke kampus. Dan itu pertemuan kami yang pertama. Ternyata dia telah memperhatikanku sejak aku semester 2. Jadi akh Zaky hanya membantu akh Roby untuk mengantar surat nya ke kosanku. Sebelumnya aku memang begitu mengagumi akh Zaky. Tapi sepertinya Allah telah memberikan seseorng yang lebih dari yang ku inginkan. Baru aku tau juga kalau akh Roby juga hafizd 30 juz. Subhanallah ...

#inspirasi malam ini, karena Allah mudah untuk membolak-balikan hati