nasyid

Rabu, 18 November 2015

HIU - HIU KECIL



Setiap manusia pasti pernah menemui suatu masalah. Masalah yang terlihatnya sepele atau kecil itulah yang kadang membuat kesal dan tak jarang sebagian orang memilih menghindar dari masalah tersebut. 

Dahulu ada seorang pemuda yang sedang berlatih berenang, setelah sekian hari ia berlatih, ia tak kunjung bisa. Hingga suatu hari dipaksalah pemuda itu berenang di laut oleh gurunya. Pemuda itu sempat mengurungkan niatnya, ia berpikir lebih baik ia tak dapat berenang hingga tua daripada ia harus mati tenggelam dilautan. Akhirnya pemuda itu mau berlatih berenang di laut asal gurunya ikut berenang bersamanya, sehingga jika ia tenggelam sang guru bisa langsung menolongnya.
Mereka bersiap – siap untuk melompat ke air, dengan percaya diri pemuda itu menghitung dari satu sampai tiga. Apa yang terjadi sebelum hitungan ketiga sang guru mendorongnya ke air. Dia kaget dan melambai – lambaikan tangan ke atas meminta pertolongan sang guru. Namun sang guru tak merespon sama sekali, beliau malah duduk dengan santai di atas kapal sambil bermain handphone.
Tiba – tiba seekor hiu kecil datang menghampiri pemuda itu, seketika ia sangat ketakutan dan berusaha untuk keluar dari dalam air. Semakin hiu kecil itu mendekat seakin cepat pula ia mencoba berenang keluar dari air, hingga akhirnya ia mampu meraih bagian sisi kapal dan selamat dari gigitan hiu kecil itu. Si pemuda terlihat begitu ketakutan dan kesal akibat sang guru yang tak mau menolongnya. Sang guru hanya terkekeh melihat tingkah pemuda itu dan menghampiri pemuda itu sambil menyodorkan handphone berisi rekaman video sang pemuda yang berenang sangat cepat saat dikejar hiu tadi. Tak disangka pemuda itu berenang begitu cepat dan lincah jauh dari yang sebelumnya dibayangkan.

Terkadang kita menyikapi masalah – masalah kecil itu dengan hati kesal. Padahal dengan adanya masalah kecil seperti itu sebagai pemacu untuk kita selangkah lebih maju lagi. Nah itulah yang disebut hiu – hiu kecil yang datang tanpa kita undang, dan terkadang kita tak menginginkannya sama sekali. Hiu kecil itu sebagai tantangan bagi kita, seberapa kita mampu menghadapinya.
Untuk itu, selalu bersyukur dengan apa yang diberi oleh Allah, entah itu berupa kebahagiaan ataupun kesedihan, karena dibalik itu semua Allah tengah mempersiapkan hal yang indah untuk kita hambaNya. So, dont cemberut ya : )


inspirasi : islampost

Selasa, 17 November 2015

Izinkan Aku Ibu

Ibu kini gadis kecilmu tlah beranjak dewasa,
dulu kita masih sering bermain dan bercanda bersama, bahkan kuhabiskan waktuku bersamamu. Tapi gadis kecilmu tlah mulai disibukkan dengan aktivitasnya,.

Ibu, aku takut ketika suatu hari nanti tak sempat mengabarkan keadaamu dirumah karena kesibukanku dengan tugas akademik hingga tak sempat menelfon bahkan mengirim pesan .

Ibu, aku takut jika aku tak sempat pulang kerumah untuk menengokmu karena alasan jarak kita yang cukup jauh.

Ibu, aku takut jika suatu saat nanti aku disibukkan dengan pekerjaan dan dunia baruku sehingga aku tak bisa selalu berada disisimu.

Aku tak ingin seperti itu ibu, aku tak ingin seperti itu.







Aku tak ingin kau seperti cerita nenek tua pagi ini, yang sedang sakit dan terpaksa harus berjualan makanan keliling hingga lantai 5 karena tak ada satupun anak yang mengurus beliau. : (

Izin kanlah aku menemani masa tuamu, merawatmu seperti saat kau merawatku semasa kecil. Izinkan aku untuk membuatmu tersenyum bahagia. Aku tak ingin menjadi kacang yang lupa kulitnya. Meski semua yg kulakukan tidak akan pernah cukup untuk membalas semua jasamu padaku. Ibu calon nenek bagi anak ku kelak, tetaplah jadi ibu yang terhebat untuk kami anak anakmu.



#teguran pagi ini

Kamis, 24 September 2015

TAUKAH KAU?

Taukah kau?

 Tentang supucuk surat yang menyapaku hari ini

Berisi untaian kata yang terangkai menjadi kalimat-kalimat yang tak pernah bosan kubaca

Diawali dengan pertanyaan singkatnya dan beberapa kalimat basa-basi sebagai pembukanya
"sehat kan?sudah makan?jaga kesehatan jangan lupa makan dan bla bla bla...."

Juga kalimat yang sepertinya setiap hari selalu dilontarkannya untukku
"jadilah kebanggaan buat kami"

Bagaimana aku bisa bersantai sedang kata itu selalu terngiang di pikiranku

Mulutku berkata  : Argg ini beban bagiku!!

Namun hatiku mengatakan : untuk mereka orang special dalam hidupmu. Jalani dengan ikhlas

Terakhir sebuah do'a dan kalimat penyemangat serta emoticon smile, yang jika kubayangkan itu adalah senyum special darinya untukku

Kubalas surat darinya dengan kata yang manis dan tentunya ucapan terimakasih serta sebuah  emoticon yang menandakan aku rindu padanya

Siapa lagi orang yang selalu setya memberi ku semangat selama 18 tahun ini kalau bukan dia

Entah mengapa aku bisa berada sejauh ini darinya

Lagi lagi kukatakan keras dalam hatiku bahwa ini takdir sang Illahi

Dan mengapa bukan mereka yang disini, mengapa harus aku

Jawabannya karena kamu adalah satu dari sekian orang yang terpilih : )



Selasa, 22 September 2015

SAHABATMU AMANAHMU

assalamualaykum....
Sahabat...
Apa sih arti sahabat buat kamu. Mungkinkah hanya sekedar tempat curhat, teman main, teman belanja, atau dia tempat berbagi suka dan duka, saling mengingatkan satu sama lain, saling memberi semangat.

Ya itulah sahabat, dia akan selalu mengingatkan sahabatnya menuju kebaikan. Meski kadang perkataannya hanya sebagai angin yang berlalu begitu saja. Dia takkan lelah untuk selalu mengingatkan.
Tapi bagaimana jika nasehat yang diberikan tak juga di gubris, atau dia berbeda sikap ketika dibelakang
sakit ? sedih ? kecewa ?
Itu hal yang lumrah, karena ya itulah namanya sahabat.
Sahabat adalah sebuah amanah. Kita berkewajiban untuk saling mengajak dalam setiap kebaikan. Mau dibilang sok ngurusin masalah orang lain. barin aja, cuek brooo : D ." karena aku peduli kamu "

Teringat saat SMA pertama punya blog, ng-post artikel judulnya kisah "sahabat sandal selen". agak lupa ceritanya dan lupa ng-post di blog yg mana : D .

Tau tak sandal selen itu apa?  sandal yang bentuk/warna nya kanan dan kiri berbeda. Jelek sih kalo dipandang, tapi jadi spesial jika di maknai. hehe
Sepasang sandal yang berbeda, dibayangkan sendiri saja ya : D
Meski mereka berpasangan, tapi lihat mereka tak pernah berjalan bersamaan. Pasti jalannya selalu bergantian. Sandal kanan selalu mengikuti sandal kiri kemanapun dia berjalan, begitu sebaliknya. Meskipun yang satu telah usang, tapi yang satunya tak pernah lelah mengikuti. Ketika salah satu menginjak kotoran, maka yang satu takkan menginjak di tempat yang kotor itu lagi.

Ya sama seperti sahabat meski tak selalu sama tapi dia selalu beriringan. Daan sahabat itu tidak akan membiarkan sahabatnya terjerumus ke dalam lubang yang sama. Dia takkan lelah untuk selalu menemani dalam suka dan duka, canda dan tawa. Meski kadang ada hal" yang membuat persahabatan renggang. Marah-marah kecil, BT BT an.. berbeda pendapat.. itu hal yang wajar . Karna itulah sahabat.

Yang terpenting seorang sahabat itu akan selalu menyebut nama sahabatnya di dalam setiap doa nya. Dan yang jelas selalu menginginkan yang terbaik untuk sahabatanya.

Karna sahabatmu adalah amanahmu....
selalu mengingatkan dan saling mendoakan : )
jangan lupa katakan hal ini pada sahabatmu "karena kamu sahabatku, aku sayang kamu untuk itu aku peduli kamu"


selamat malam,
selamat tidur jangan lupa berwudhu dan berdo'a
wassalamualaykum wr.wb

Senin, 17 Agustus 2015

TENTANG KEMATIAN

Mati...
Suatu rahasia terbesar yang tak seorangpun akan tau kapan dia akan mengalaminya
dan mati adalah suatu hal yang pasti. Tak ada yang bisa menghindarinya.
Seharusnya tema hari ini adalah HUT RI yang ke-70, tapi perbincangan bersama teman-teman berlanjut hingga ke hal itu.

Teringat sebuah kisah ketika Rasulullah saw dicabut nyawanya oleh malaikat Izroil, benar-benar begitu lembut. Begitu saja Rasulullah merasakan sakit yang amat pedih apalagi kita yang hanya umatnya.

Mungkinkah hanya orang" yang dikehendaki oleh Allah saja yang dapat merasakan tanda" menuju kematian? wallahualam . Ketika kematian itu semakin dekat, tanda"nya begitu nyata. Namun hanya bagi mereka yang dikehendakiNya.

Berasal dari tanah dan akan kembali lagi ke tanah. Tak terbayang bagaimana pedihnya nanti sang pencabut nyawa datang menghampiri. Begitu sakit. Sepertinya diri ini belum siap akan hal itu. Meninggalkan semua orang yang di cintai, tak sangggup jika harus membuat sedih mereka. Memang mati itu pasti dan siap tidak siap harus siap tapi jika mengingat kehidupan akhirat itu kekal rasanya bekal yang dikumpulkan masih sangat kurang. Apa yang akan dikatakan jika Allah meminta pertanggungjawaban ketika hidup di dunia.

Semoga Allah senantiasa mengampuni segala dosa hamba"nya yang beriman.
Serta semoga dengan mengingat kematian menambah ketaatan kita kepada Allah.

Senin, 29 Juni 2015



Dari sudut ini ku amati...

Sosok-sosok rapih penuh ambisi...

Menenteng tumpukan kertas dengan gagah

Sebuah harapan atau tumpukan beban??

Sebuah kewajiban atau keharusan??

Pena-pena menari menggores cerita dalam cerita
 
Menjadi saksi dalam sejarah

Si muram kadang menghampiri

Kala kertas berhamburan tak berarti

Satu, dua, dan tiga

Kembali disusunnya penuh kasih

Tapi bukan surat cinta untuk kekasih

Melainkan suatu yang sangat berarti

Senyum manis menyapa kembali

Hay...aku telah selesaikan ini

Suara-suara itu saling bersautan

Diiringi gelak canda bahagia

Angin mendekat berbisik

Ingat ini belum berakhir...

29/06/2015 11:38
Hall A FPIK

Minggu, 28 Juni 2015

TENTANG RAHASIA





Kenapa yang rahasia itu rahasia?
Kode-kode nya sulit dimengerti
Bagai berjalan tanpa kaki
Langkahnya pelan namun pasti
Rahasia itu rahasia
Siapa yang mengerti rahasia?
Umm...entahlah
Rahasia itu sulit dipahami
Dia berdiam diri di sudut sunyi
Sulit dicari apalagi ditemui
Diam nya begitu indah
Lembut menenangkan hati
Rahasia tetap rahasia
Dia indah dalam sunyi
Bersembunyi di balik lukisan Illahi

29 JUNI 2015 06:38
Ayon Elwan R.K

Minggu, 14 Juni 2015

dan embun bertashbih ...
kilaunya sungguh menawan hati, bak mutiara di antara hijaunya pohon padi,
mereka menari-nari menyambut datangnya sang mentari... betapa bahagianya mereka... : )
semburat bayangan besar di angkasa... subhanallah betapa indahnya gn slamet di pagi hari. bersyukurlah aku bisa melihat keindahannya kini.
ditambah pemandangan masjid Fatimatuzahra dengan menara yang menjulang tinggi ke atas.,
kicauan burung pagi ini seakan menyapaku, mengingatkanku untuk beranjak dan bersegera melakukan aktivitas keseharianku.
beberapa pagi ini rasanya enggan untuk beranjak dari kamarku., udaranya begitu sejuk tak seperti pagi" biasanya di purwokerto begitu panas tak seperti di kampung halamanku. ahhh....jadi ingin pulang ke wonogiri tercinta ...emm lupakan 3 minggu lagi insyaallah pulang ditahan dulu rasa rindunya : )
mugkin karena sudah H-3 bulan ramadhan jadi suasananya sejuk... hehe
sebenarnya aku merasa deg-deg an., kenapa? karena ini kali pertamnya aku akan melalui bulan ramadhan di purwokerto jauh bersama keluarga. tak hanya itu saja, aku merasa cemas, takut kalau-kalau aku belum bisa maksimal di bulan yang penuh kemuliaan ini.
 rasanya aku seperti akan melalui ramadhan yang pertama kali dalam hidupku, mungkin karena ramadhan ku tahun-tahun sebelumnya begitu biasa saja, sebab aku menganggapnya hanya biasa. dan kini hampir 2 semester aku disini banyak perjlanan yang kulalui yang insyaallah telah merubahku. aku berharap ramadhan kali ini aku mampu memaksimalkannya, sebab aku baru tersadar bahwa inilah yang umat islam tunggu-tunggu. semoga Allah senantiasa mempermudah jalanku untuk berhijrah di jalan-NYA. aamiin : )

Kamis, 04 Juni 2015

rumah makan impian



Alhamdulillah mendapat kabar gembira hari ini. Warung bakso milik ayah insyaallah seminggu lagi sudah mulai buka. Meskipun sebentar lagi membuka warung beliau enggan untuk berhenti berjualan bakso keliling , entah aku juga tidak faham alasannya. Setidaknya itu cita-cita ibu untuk memiliki sebuah warung bakso meski baru kecil-kecilan.
Berasal dari keluarga wirausaha kuliner membuatku ingin menjadi wirausaha juga. Mulai dari nenek yang memiliki sebuah warung makan sederhana dan juga menerima catering, hingga ayah juga berkecimpung di dunia kuliner. Itulah yang juga membuat ku hoby memasak. Ya suatu hari nanti aku ingin memiliki sebuah rumah makan. Bagaimanapun caranya itu harus terwujud.
Aku ingin memiliki rumah makan yang traditional, dimana makanannya merupakan ciri khas Indonesia, ya seperti bakso dan makanan yang pedas serta aneka olahan seafood hehe. Mungkin akan menjadi menu andalan rumah makan masa depanku : D . selain itu harganya insyaallah terjangkau, dan juga makanannya halal.  Dan yang jelas tanpa micin dan zat berbahaya lain karena itu sangat tidak bagus untuk kesehatan.
Dimana lokasinya nanti di dekat perairan seperti pinggir pantai, atau di tengah danau agar terkesan menyatu dengan alam hhe. Wah..membayangkannya saja sepertinnya nyaman. Selain itu akan ada sebuah mushola  minimalis, sehingga pengunjung dapat dengan mudah melaksanakan sholat. Mungkin akan ada tambahan penghibur sedikit yaitu group band nasyeed yang akan bernyanyi menemani makan para pengunjung. mungkin akan seperti ini --








atau bisa jadi seperti ini 

Emm...lalu setiap pengunjung yang datang akan mndapatkan di setiap piring mereka tulisan “uang ini milik kamu, tapi suplay makanan adalah milik semua orang, masihkan kamu punya alasan untuk menyia-nyiakan makanan ini”. dan terdapat peraturan jika ada pengunjung yang masih menyisakan makanannya maka akan dikenakan denda berupa uang, yang mana uangnya nanti akan disumbangkan pada mereka yang kurang mampu.
Pelayannya nanti mungkin adalah laki-laki semua, dan harus beragama islam. Bila mungkin harus mempekerjakan wanita, akan berada di bagian dapur dalam.

Ya, itulah sedikit cerita tentang salah satu impianku untuk memiliki rumah makan. entah bagaimana kelanjutannya. Smoga suatu hari nanti yang aku tulis disini akan terwujud. aamiin

Rabu, 03 Juni 2015

ibu kaulah pahlawanku, aku bangga memilikimu...





aku tau, senyumku, kebahagiaanku....itulah sebenarnya yang kau mau, itulah yang membuatmu bahagia... kau berkata "itu sudah cukup bagi ibu nak".

tapi sesuatu berbisik padaku "hanya itu yang bisa kamu lakukan untuk beliau??"

ibu...aku malu padamu, hingga kini anakmu belum bisa memberimu apa-apa.
hingga kini anakmu hanya bisa meminta dan meminta . terkadang anakmu tak mengindahkan nasehat yang kau beri.
maafkan anakmu yang terlalu sibuk dengan tugas kuliah hinggga jarang memberimu kabar.
terimakaasih ibu atas semua perjuangan yang kau lakukan untukku. aku tau hatimu merintih, semua kau lakukan demi anakmu. aku disini dan bisa seperti ini adalah berkat engkau. berkat do'a disepanjang sujudmu.

ilmu mu memang tak seberapa, bila dibandingkan ibu-ibu lain yang mengajarkan ilmu agama lebih pada anaknya. tapi kaulah ibuku, ibu yang mengajarkan pengalaman hidup yang real., yang insyaAllah menjadikanku seorang wanita tangguh seperti dirimu.

ibu...izinkanlah aku memakaikan mahkota surga untukmu...sebagai baktiku padamu.

aku sayang padamu bu... 

Kamis, 21 Mei 2015

Karna Allah tau yang kita butuhkan.....



Hari pertama
Saya : “lah ga punya jilbab gede kaya kamu,punyaku tipis semua”
Sahabat saya : “di double aja pem, bisa kok. Atau nanti aku pinjemin dulu J
Saya : “makasih pem”
...................................................................................................................................................................
Pulang kampung pertama kali setelah beberapa bulan di purwokerto

Ibu : “kenapa celana nya dibawa pulang semua? Itukan baru beli kemarin pas mau berangkat kesana.”
Saya : “hehe iya bu., pengen pake rok sekarang.”
..................
Pulang kampung yang kedua kalinya

Saya : “wah baru ya.,buat siapa ini bu?”
Ibu : “buat kamu, katanya mau pake rok, kamu kan ga punya rok, ga pernah beli lagi.”
Saya : “asyik...makasih ibu”
.................
Pulang kampung yang ketiga kalinya

Bapak : “ga ribet apa mbak pake rok terus, ?”
Saya : “ ga sih pak. Tapi kadang juga suka ribet sih kalo pas mau joging apa naik sepeda gitu.”
Bapak : “ya pake celana dong, masak iya pake rok terus.”
Saya : “udah terlajur nyaman pak, kadang suka risih kalo cuma pake celana.”
Bapak : “gimana sih mbak”
Saya : “hehe sebenarnya mbak pengen bikin rok celana pak, nih kayak gini modelnya.”
Bapak : “bagus, ya bikin dong.”
Saya : “bahannya udah beli tapi nabung dulu lah pak uangnya belum cukup buat bayar tukang jahitnya.”
Bapak : “nih bapak ada rejeki (ngambil dompet,nyodorin uang ke aku), sana pergi ke tukang jahit.”
Saya : “mbak tadi bilang gitu bukan kode loh pak, hehe ..tapi makasih ya pak.”
..................................................................................................................................................................
Emmm....trimakasih ya Allah telah memberi banyak kemudahan bagi hamba : )
Kemudahan apa lagi ya nanti yang mau di kasih Allah,. . . .