nasyid

Senin, 29 Juni 2015



Dari sudut ini ku amati...

Sosok-sosok rapih penuh ambisi...

Menenteng tumpukan kertas dengan gagah

Sebuah harapan atau tumpukan beban??

Sebuah kewajiban atau keharusan??

Pena-pena menari menggores cerita dalam cerita
 
Menjadi saksi dalam sejarah

Si muram kadang menghampiri

Kala kertas berhamburan tak berarti

Satu, dua, dan tiga

Kembali disusunnya penuh kasih

Tapi bukan surat cinta untuk kekasih

Melainkan suatu yang sangat berarti

Senyum manis menyapa kembali

Hay...aku telah selesaikan ini

Suara-suara itu saling bersautan

Diiringi gelak canda bahagia

Angin mendekat berbisik

Ingat ini belum berakhir...

29/06/2015 11:38
Hall A FPIK

Minggu, 28 Juni 2015

TENTANG RAHASIA





Kenapa yang rahasia itu rahasia?
Kode-kode nya sulit dimengerti
Bagai berjalan tanpa kaki
Langkahnya pelan namun pasti
Rahasia itu rahasia
Siapa yang mengerti rahasia?
Umm...entahlah
Rahasia itu sulit dipahami
Dia berdiam diri di sudut sunyi
Sulit dicari apalagi ditemui
Diam nya begitu indah
Lembut menenangkan hati
Rahasia tetap rahasia
Dia indah dalam sunyi
Bersembunyi di balik lukisan Illahi

29 JUNI 2015 06:38
Ayon Elwan R.K

Minggu, 14 Juni 2015

dan embun bertashbih ...
kilaunya sungguh menawan hati, bak mutiara di antara hijaunya pohon padi,
mereka menari-nari menyambut datangnya sang mentari... betapa bahagianya mereka... : )
semburat bayangan besar di angkasa... subhanallah betapa indahnya gn slamet di pagi hari. bersyukurlah aku bisa melihat keindahannya kini.
ditambah pemandangan masjid Fatimatuzahra dengan menara yang menjulang tinggi ke atas.,
kicauan burung pagi ini seakan menyapaku, mengingatkanku untuk beranjak dan bersegera melakukan aktivitas keseharianku.
beberapa pagi ini rasanya enggan untuk beranjak dari kamarku., udaranya begitu sejuk tak seperti pagi" biasanya di purwokerto begitu panas tak seperti di kampung halamanku. ahhh....jadi ingin pulang ke wonogiri tercinta ...emm lupakan 3 minggu lagi insyaallah pulang ditahan dulu rasa rindunya : )
mugkin karena sudah H-3 bulan ramadhan jadi suasananya sejuk... hehe
sebenarnya aku merasa deg-deg an., kenapa? karena ini kali pertamnya aku akan melalui bulan ramadhan di purwokerto jauh bersama keluarga. tak hanya itu saja, aku merasa cemas, takut kalau-kalau aku belum bisa maksimal di bulan yang penuh kemuliaan ini.
 rasanya aku seperti akan melalui ramadhan yang pertama kali dalam hidupku, mungkin karena ramadhan ku tahun-tahun sebelumnya begitu biasa saja, sebab aku menganggapnya hanya biasa. dan kini hampir 2 semester aku disini banyak perjlanan yang kulalui yang insyaallah telah merubahku. aku berharap ramadhan kali ini aku mampu memaksimalkannya, sebab aku baru tersadar bahwa inilah yang umat islam tunggu-tunggu. semoga Allah senantiasa mempermudah jalanku untuk berhijrah di jalan-NYA. aamiin : )

Kamis, 04 Juni 2015

rumah makan impian



Alhamdulillah mendapat kabar gembira hari ini. Warung bakso milik ayah insyaallah seminggu lagi sudah mulai buka. Meskipun sebentar lagi membuka warung beliau enggan untuk berhenti berjualan bakso keliling , entah aku juga tidak faham alasannya. Setidaknya itu cita-cita ibu untuk memiliki sebuah warung bakso meski baru kecil-kecilan.
Berasal dari keluarga wirausaha kuliner membuatku ingin menjadi wirausaha juga. Mulai dari nenek yang memiliki sebuah warung makan sederhana dan juga menerima catering, hingga ayah juga berkecimpung di dunia kuliner. Itulah yang juga membuat ku hoby memasak. Ya suatu hari nanti aku ingin memiliki sebuah rumah makan. Bagaimanapun caranya itu harus terwujud.
Aku ingin memiliki rumah makan yang traditional, dimana makanannya merupakan ciri khas Indonesia, ya seperti bakso dan makanan yang pedas serta aneka olahan seafood hehe. Mungkin akan menjadi menu andalan rumah makan masa depanku : D . selain itu harganya insyaallah terjangkau, dan juga makanannya halal.  Dan yang jelas tanpa micin dan zat berbahaya lain karena itu sangat tidak bagus untuk kesehatan.
Dimana lokasinya nanti di dekat perairan seperti pinggir pantai, atau di tengah danau agar terkesan menyatu dengan alam hhe. Wah..membayangkannya saja sepertinnya nyaman. Selain itu akan ada sebuah mushola  minimalis, sehingga pengunjung dapat dengan mudah melaksanakan sholat. Mungkin akan ada tambahan penghibur sedikit yaitu group band nasyeed yang akan bernyanyi menemani makan para pengunjung. mungkin akan seperti ini --








atau bisa jadi seperti ini 

Emm...lalu setiap pengunjung yang datang akan mndapatkan di setiap piring mereka tulisan “uang ini milik kamu, tapi suplay makanan adalah milik semua orang, masihkan kamu punya alasan untuk menyia-nyiakan makanan ini”. dan terdapat peraturan jika ada pengunjung yang masih menyisakan makanannya maka akan dikenakan denda berupa uang, yang mana uangnya nanti akan disumbangkan pada mereka yang kurang mampu.
Pelayannya nanti mungkin adalah laki-laki semua, dan harus beragama islam. Bila mungkin harus mempekerjakan wanita, akan berada di bagian dapur dalam.

Ya, itulah sedikit cerita tentang salah satu impianku untuk memiliki rumah makan. entah bagaimana kelanjutannya. Smoga suatu hari nanti yang aku tulis disini akan terwujud. aamiin

Rabu, 03 Juni 2015

ibu kaulah pahlawanku, aku bangga memilikimu...





aku tau, senyumku, kebahagiaanku....itulah sebenarnya yang kau mau, itulah yang membuatmu bahagia... kau berkata "itu sudah cukup bagi ibu nak".

tapi sesuatu berbisik padaku "hanya itu yang bisa kamu lakukan untuk beliau??"

ibu...aku malu padamu, hingga kini anakmu belum bisa memberimu apa-apa.
hingga kini anakmu hanya bisa meminta dan meminta . terkadang anakmu tak mengindahkan nasehat yang kau beri.
maafkan anakmu yang terlalu sibuk dengan tugas kuliah hinggga jarang memberimu kabar.
terimakaasih ibu atas semua perjuangan yang kau lakukan untukku. aku tau hatimu merintih, semua kau lakukan demi anakmu. aku disini dan bisa seperti ini adalah berkat engkau. berkat do'a disepanjang sujudmu.

ilmu mu memang tak seberapa, bila dibandingkan ibu-ibu lain yang mengajarkan ilmu agama lebih pada anaknya. tapi kaulah ibuku, ibu yang mengajarkan pengalaman hidup yang real., yang insyaAllah menjadikanku seorang wanita tangguh seperti dirimu.

ibu...izinkanlah aku memakaikan mahkota surga untukmu...sebagai baktiku padamu.

aku sayang padamu bu...