TERNYATA BUKAN DIA :D
“tok...tok...”
terdengar suara ketukan pintu yang begitu keras. Segera ku akhiri dan kututup
Al qur’an ku. Tak ada orang didepan pintu tapi ada sebuah amplop merah
dilantai. “Untuk Fatimah” tulisan di amplopnya. Sepertinya ini untukku
tapi dari siapa? Aku tentu bertanya-tanya siapa pengirim surat ini. Kata-kata
nya begitu dalam, beberapa kali aku menitikkan air mata. Subhanallah andai aku
tau siapa pengirim surat ini, aku akan mengatakan padanya bahwa dia sungguh
benar-benar pandai merangkai kata-kata. Surat itu tak hanya sekali atau dua kali
dikirim orang rahasia itu, tapi hampir setiap minggu aku mendapatkan surat
dengan warna amplop yang sama. Apa mungkin ini penggemar rahasiku? Hahaha tanyaku
dalam hati. Tapi ya masak ada penggemar rahasia segala, cemen sekali dia hanya
beraninya mengirim surat. Kalau berani ketemu langsung denganku.
...
Setelah
selesai syuro dengan anggota LDF dikampusku aku segera menuju kantin karena
sudah lapar sekali sejak pagi belum sempat sarapan.
“ukh
temenin aku makan lah...” ajakku pada Zaenab
“ayuk,
aku juga lapar nih ukh...” jawabnya
Kami
berdua makan di kantin Pak Kumis, karena yang jualan kumisnya tebal jadi sering
disebut kan Pak Kumis hehe. Saat kami tengah menungu pesanan, segerombol
mahasiswa cowok angkatan atas tengah menuju kantin sepertinya mereka juga mau
makan disana. Yah jadi kurang nyaman nih karna banyak yang cowok. Kalau belum
terlanjur mesen sih kami memilih pindah kantin. Tapi bodo amat lah ya, karena
perutnya udah gak bisa nahan ya terpaksa jadi makan disitu, toh makanan juga
hampir datang.
Saat
lagi nikmat-nikmatnya makan ada seorang ikhwan yang menghampiri segerombol
senior itu. Astaga ...itu akh Zaky, seorang ikhwan yang hafidz 20 juz itu. Subhanallah
dia begitu berkharismatik, tak sengaja aku memandangnya begitu lama.
“heh
...ukh ingat jaga pandangan..” Zaenab mengingatkanku
“subhanallah
ukh...hafidz 20 juz.” Kataku padanya
“iya
ukh...subhanallah banget, semoga kita bisa seperti dia ya” tutur nya
Tapi
apa yang dibawanya itu, amplop merah... persis sekali dengan amplop yang sering
kuterima. Jangan-jangan dia yang suka mengirim surat padaku.
Semenjak
itu aku jadi kepedean sendiri, merasa jika akh Zaky lah yang mengirim surat
padaku. Setelah kuliah ketika akan pulang aku berpapasan dengannya di tangga
kampus. Kami tak sengaja saling bertatapan, dia mengganggukkan kepala dan
senyum padaku. Wah...seketika aku serasa kenyang setelah mendapat senyum
manisnya siang itu.
...
“kringggg...”
ponselku berbunyi, rupanya ada pesan singkat dari ukh Leli, seniorku di kampus.
Dia meminta bertemu denganku sore ini untuk membicarakan suatu hal.
Aku
berjalan dengan tergesa-gesa sore itu takut ukh Leli menungguku terlalu lama. Ternyata
dia juga baru datang. Dan apa yang dia katakan aku begitu kaget.
“bagaimana
dek? Apakah kamu mau, tidak perlu dijawab sekarang kok.” Tuturnya
Sebenarnya
aku juga menginginkannya tapi aku masih semester 4, apakah harus secepat ini. Sudah
3 malam ini aku meminta petunjuk dari-Nya tapi belum juga ada titik terang. Akhirnya
aku meminta pendapat abi dan umi, mereka menyerahkan semua keputusannya padaku.
Dengan
mengucap bissmillah aku mengirim pesan singkat kepada ukh Leli bahwa aku
menyetujuinya. Aku sangat berharap jika dia adalah akh Zaky yang selalu
mengirim surat padaku. Tak apalah aku pikir, aku juga tetap bisa melanjutkan
studyku meskipun telah menikah. Apalagi menikah dengan seorang hafidz seperti
akh Zaky, sungguh itu adalah impianku.
...
Setelah
beberapa detik jantungku berdegup begitu kencang. Dan apa yang terjadi,
ternyata orang yang mengirim surat padaku bukan akh Zaky melainkan sahabatnya
akh Roby. Dia memang begitu asing bagiku, karena dia memang baru saja wisuda 1 bulan yang lalu dan jarang pula ke kampus. Dan
itu pertemuan kami yang pertama. Ternyata dia telah memperhatikanku sejak aku
semester 2. Jadi akh Zaky hanya membantu akh Roby untuk mengantar surat nya ke
kosanku. Sebelumnya aku memang begitu mengagumi akh Zaky. Tapi sepertinya Allah
telah memberikan seseorng yang lebih dari yang ku inginkan. Baru aku tau juga
kalau akh Roby juga hafizd 30 juz. Subhanallah ...
#inspirasi malam ini, karena Allah mudah untuk membolak-balikan hati
Tidak ada komentar:
Posting Komentar