nasyid

Minggu, 26 April 2015

KADO ISTIMEWA DARI ALIA



di sela-sela waktu saat pusing belajar satistika buat Ujian, saya sempatkan menulis ini. Meskipun berantakan ,tapi alhamdulillah selesai. terinspirasi dari hari kartini, semoga kartini masa kini mampu berkarya tanpa terhalang oleh jilbabnya. : )


KADO ISTIMEWA DARI ALIA



Matanya mulai lelah memandang ke pintu. Seseorang yang ditunggunya tak kunjung datang. Hingga tak sadar ternyata adzan sudah berkumandang dan dia sudah berada di kamar. Sepertinya ada yang membawanya masuk ke kamar. Dia bergegas bangun dan mengambil wudhu lalu melaksanakan sholat subuh.
“Ma... bangun sudah subuh, mama ga sholat subuh lagi?” tanya gadis kecil itu.
Tak ada jawaban dari mamanya, sepertinya dia amat lelah karena pulang larut malam.
“maaf ya dek,..tadi mama telat bangun, mama capek  banget . dek Alia sarapan dulu yah, habis itu mama anter ke sekolah.” Tuturnya.
Setiap pagi dia selalu menyempatkan membuat sarapan untuk anaknya dan mengantarnya ke sekolah , setelah itu dia baru pergi bekerja. Yah itu rutinitas yang biasa dilakukan wanita single parent ini. Suaminya meninggalkannya saat Alia masih bayi.
Kebetulan Alia disekolahkan di sebuah sekolah islam di daerah yang tak jauh dari rumahnya. Dia gadis yang periang, meskipun dia sering sakit-sakitan dari kecil dan seminggu sekali harus ke dokter. Itulah alasan kenapa Sinta bekerja keras, kaarena untuk membiayai pengobatan Alia.
...
“mama Alia belum pulang lagi?” tanya seorang tetangga nya
“belum bude.” Jawab gadis kecil itu
“ayo ketempat bude aja jangan sendirian dirumah.” Ajak nya
“ga usah bude, sebentar lagi mama juga datang” tambahnya
Tiba-tiba seorang wanita memakai celana jeans dan sepatu hak tinggi berjalan ke arah rumah Alia.
“Assalamualaykum...dek Alia belum tidur.,? sapa wanita itu
“Alia nunggu mama..” jawab Alia
Alia dan mama nya masuk kedalam rumah. Karena sudah sangat ngantuk dia meminta mamanya untuk menemaninya tidur. Saat mamanya sedang menyelimutinya tiba-tiba dia bertanya pada mamanya.
“ma...mama kok ga pake jilbab. Kata guru Alia, perempuan itu wajib pake jilbab.” Tanya Alia
“iya, sekarang Alia tidur dulu, besok bangun pagi. Ok” tutur wanita itu sambil tersenyum pada anaknya.
            Semalaman Sinta tak bisa tidur, memikirkan perkataan anaknya itu. Dulu memang berjilbab tapi setelah kenal dengan Husein mantan suaminya dia menanggalkan jilbanya. ya mungkin benar kata ayah Sinta, jika dia bukan pria yang baik untuknya. Buktinya saja dia meninggalkan Sinta dan Alia, dan lebih memilih pergi dengan wanita kaya itu. Tapi sepertinya tidak mungkin lagi dia mengenakan jilbab, pasalnya pekerjaan menuntutnya untuk selalu tampil seksi. Memang dia bekerja di toko kue, tapi itu hanya ketika siang hari. Selebihnya dia bekerja sebagai pelayan di sebuah club malam. Sebenarnya hati kecilnya berkata bila dia tidak mau bekerja di tempat itu, tapi lagi-lagi demi si kecil Alia.
...
Gadis kecil yang biasa periang itu, hari ini terlihat lesu. Entah kenapa dia seperti itu, seperti ada yang sedang dia fikirkan. Dia tak langsung pulang ke rumah, dia mampir di sebuah mushola kecil di samping rumah kepala desa. Alia kecil berdo’a begitu khusyuk, dia berharap sekali bahwa do’a nya dikabulkan oleh-Nya.
Selesai dia sholat, ada seorang ibu-ibu bergamis ungu mendatanginya. Sepertinya terjadi banyak percakapan antara mereka berdua. Alia nampaknya begitu gembira. Setelah itu dia bergegas pulang ke rumah. Di ambilnya celengan berbentuk panda miliknya.
“maaf ya panda sayang, nanti Alia ganti lagi kok isinya kalo Alia udah bisa cari uang sendiri”. Tutur Alia
Keesokannya setelah dia pulang sekolah dia mampir disebuah toko busana muslim. Dia bertemu dengan ibu-ibu bergamis ungu yang bertemu dengan saat di mushola. Sebuah jilbab berwarna ungu muda dengan sedikit bordir di ujungnya menjadi pilihan Alia. Sebenarnya sang pemilik toko memberikan jilbab itu dengan Cuma-Cuma, tapi Alia menolaknya.
...
Lagi-lagi mama Alia bangun kesiangan. Tapi kali ini tak ditemukan malaikat kecilnya. Ya karna Alia sudah duluan berangkat sekolah tanpa di antar oleh mamanya. Dia begitu panik, takut terjadi apa-apa dengan malaikat kecilnya itu. Tiba-tiba matanya tertuju pada sebuah bungkusan berwarna coklat di atas meja makan. “to mama” tulisan di bungkusan itu. Di bukanya bungkusan itu dan subhanallah ternyata jilbab ungu yang dia beli dari toko kemarin untuk mamanya.

Barakallah fii umrik mama... maaf kalo Alia sering nyusahin mama. Hari ini Alia mau berangkat sekolah sendiri. Alia ga mau ngrepotin mama lagi. Ma Alia pengen mama pake jilbab lagi kaya yang di foto mama dulu.  Alia juga pengen mama pindah kerja, biar ga malem lagi pulangnya. Alia ga mau liat mama sering telat sholat subuh.



Alia J

Subhanallah , tidak ada kata-kata lagi yang bisa terucap dari bibir Sinta. Dia baru ingat tanggal 21 April adalah hari ulang tahunnya. Malaikat kecilnya sepertinya telah menyadarkannya kembali.
            Akhirnya dia berhenti bekerja di club malam dan memilih bekerja di toko busana muslim milik ibu bergamis ungu yang bertemu Alia di mushola.

3 komentar:

  1. Subhanallah...
    Tulisanmu keren dek, gimana ya Enak dibaca dan... Menginspirasi untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi...

    BalasHapus
    Balasan
    1. trimakasih telah membaca blog saya. saran dan kritikan kakak akan sangat membantu saya dalam memperbaiki tulisan saya.

      Hapus
  2. Subhanallah...
    Tulisanmu keren dek, gimana ya Enak dibaca dan... Menginspirasi untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi...

    BalasHapus