nasyid

Selasa, 24 Februari 2015

"AZALIA" -cerpen pertamaku :)



Di sudut jalan terlihat seorang gadis sedang duduk di halte menunggu bus. selang beberapa menit lewatlah sebuah minibus. Dalam mini bus tersebut hanya berisi beberapa penumpang ,itupun semuanya pria. Sebenarnya dia ragu untuk naik minibus tersebut, namun apa boleh buat sudah hampir jam 9 malam dan hanya itu satu"nya kendaraan yg melintas. ya gara" praktikum mengharuskan dia pulang malam.

Tiba” salah seorang penumpang bus berpenampilan preman mendekati dia, mencoba merampas tas yg dia pangku. Sontak si gadis berteriak "tolong tolong". namun tak seorangpun ada yg menolong karena takut dia membawa pisau. pria itu lalu turun dari bus dengan membawa tas si gadis. Setelah kejadian itu azza begitu sedih, bukan karena tasnya atau uang di dalamnya tapi sebuah benda yang sangat berharga pemberian orangtuanya yg selalu dia bawa. Ya dia seorang yatim piatu setelah orang tuanya meninggal karena kecelakaan mobil saat ingin menjemputnya dari bandara 12 tahun silam.

"beberapa hari ini dia terlihat murung dan susah makan, aku takut kalau dia sakit lagi mba rum" ujar dilla sahabat aza via sms kepada arumi.

Keesokan harinya arumi datang menemui aza, “hei kenapa kau murung seperti itu, biasanya kau selalu ceria. Orangtuamu pasti sedih melihatmu seperti ini. Ingat kamu harus jaga kesehatanmu.”ujar arumi,anak teman baik ayah aza semasa hidup, dia begitu perhatian pada aza, ya karena dia anak tunggal jadi arumi sudah dianggapnya seperti kakak kandungnya sendiri. “maaf mba, aku udah ngrepotin”tutur aza. “kamu ini tanggungjawab mba, wajar kalau mba khawatir padamu. ini mba bawaain bubur, dimakan ya,.. mba ga bisa lama-lama karena harus menjemput ponakanmu di sekolah”ujar arumi sembari pergi meningglkan aza.

……

Di tempat berbeda fandi si pencopet itu tengah mengobrak abrik isi tas aza,hanya ada 2 lembar uang seratus ribuan serta beberapa uang kecil dan  sebuah Al qur’an bertuliskan AZZALIA ,“sial kaga ada duitnya”gerutu fandi. AL qur’an tersebut mencuri perhatian fandi,jarang-jarang barang curiannya seperti itu. Karena penasaran dia membuka AL qur’n tersebut terdapat sebuah foto gadis cantik berjilbab bersama orangtuanya terselip di dalamnya. Entah mengapa ada sesuatu yang aneh, fandi merasa dirinya lebih tenang saat membuka Al qur’an itu, namun sebenarnya fandi sendiri tidak tahu kalau buku yang dia pegang adalah Al qur’an, maklum saja dia dibesarkan di jalan dari kecil dia tidak pernah diajari mengaji. “buku apaan ini…jimat kali ye” kata fandi dalam hati sambil menutup kembali Al qur’an itu dan meletakkannya di atas meja.

……

Dua hari kemudian datang paket kiriman untuk aza, isinya Al qur’an. Arumi lah yg mengirim itu untuk aza. Ya meskipun itu bukan Al qur’an nya yg hilang tapi itu membuat aza sedikit terhibur. Setelah kejadian itu aza lebih berhati-hati lagi ketika pulang malam. Dia pasti selalu mengajak dilla, jadi agak sedikit tenang ada temannya.

Suatu ketika aza tengah berjalan-jalan di taman kota. Seperti biasa dia selalu menyempatkan untuk duduk sejenak menghilangkan penat sembari melajutkan tulisan d notebook nya. Setelah beberapa jam dia memutuskan untuk pulang. Namun tiba-tiba dia melihat seorang pria yg tengah mengambil dompet di saku salah seorang pengunjung taman yg tengah berkerumun melihat ikan di kolam. Aza kaget karena wajah pria itu sangat familiar. Dia baru sadar bahwa dialah yang merampas tas aza, pakaian seperti preman dengan jaket dan celana jeans yang robek-robek tidak enak sekali dipandang. Seketika aza tidak berteriak copet akan tetapi di malah menghampiri pria tersebut dan berkata “cepat kembalikan dopet itu atau aku akan teriak copet”ancam aza. “hasshhh…sial baiklah” jawab pria itu sambil menggerutu. Dikembalikanlah dompet tersebut pada pengunjung taman, “pak ini dompetnya jatuh” dengan wajah yg sedikit cemberut, maklum karena hasil jerih payahnya kali ini digagalkan oleh seorang gadis berjilbab itu. “iya mas trimakasih” jawab pengunjung taman. Pria itu lalu pergi dengan wajah garang. Entah apa yang sebenarnya dipikirkan aza,dia malah mengikuti pria pencopet itu. Terlihat dari kejauhan fandi masuk ke apotik dan keluar lagi membawa bungkusan plastik kecil. Aza terus saja mengikutinya, hingga akhirnya fandi masuk ke sebuah rumah reot di tengah perkampungan kumuh. Tak lama fandi pun keluar lagi dan pergi tanpa membawa apapun dari rumah itu. Aza kira dia ingin mencuri lagi tapi sepertinya tidak. Aza pun penasaran, dia mendekat ke rumah itu, terdengar seperi suara benda jatuh dan triakan minta tolong. ‘’abang tolong inna ‘’ sayup-sayup teriakan dari dalam rumah. Aza pun masuk rumah itu ternyata seorang gadis sekitar 13 tahun tengah tersungkur di samping meja dapur. “astagfirullah…ayo bangun” aza mencoba membantu gadis kecil itu bangun. Inna lalu menceritakan semuanya pada aza, kalau dia tengah sakit , dia juga menceritakan kalau fandi sebenarnya bukan kakak kandungnya. Fandi menemukan inna di pinggir jalan saat usia nya masih amat kecil dan sejak itu dia tinggal bersama fandi. “bang fandi jadi berubah pemarah setelah aku di vonis dokter sakit. Aku sebenarnya kasihan pada bang fandi mba dia pasti kerja keras untuk mendapatkan uang untuk pengobatanku.” Tutur inna. Sekarang aza tahu mengapa fandi melakukan perbuatan tersebut.

…..

“aku heran padamu zza, padahal kamu sangat menginginkan Al qur’an mu kembali tapi kamu menyia-nyiakan kesempatan itu. Malah kamu menolong adik pencopet itu.” gumam dilla tidak trima dengan perlakuan aza. “aku malah akan memberikan Al qur’an ku pada pencopet itu, besok kamu temenin aku ya?”jawab aza santai. “oh ya Rabb ada apa dengan sahabat hamba ini” ujar dilla keheranan.

…..

Setiap hari dilla dan aza selalu datang ke rumah fandi , tapi tanpa sepengetahuan fandi. Mereka membawa buah-buahan dan sedikit bahan makanan. Aza dan inna semakin tambah akrab. Lama-kelamaan fandi makin curiga karena selalu ada makanan di rumahnya,dan inna pun tak mau cerita perihal itu.

Suatu ketika aza pergi kerumah fandi ,tapi kali ini dia sendiri karena dilla sedang ada kuliah siang itu. Saat aza dan inna tengah asyik mengaji tiba-tiba fandi datang. Fandi sontak menarik aza keluar dan memakinya. “siapa loe sebenarnya, apa yang loe mau dari adek gue.” Teriak fandi marah. Dengan pelan aza menjelaskan semuanya ‘’kamu tahu gadis yang kamu rampas tas nya saat di bus malam itu, dia sangat sedih karena benda kesayangannya berada dalam tas itu. Dia sedih karena benda itu pemberian orangtunya yang telah meninggal dunia 12 tahun silam.”jelas aza. Fandi tersadar gadis cantik dalam foto itu adalah dia. ‘’oh jadi lu cewek di foto itu. Lu mau buku itu balik kan,tunggu gue ambilin. Tapi setelah ini loe harus pergi.’’ Fandi masuk mengambil Al qur’an. ‘’ini buku lu,tapi duitnya dah gue pake.’’ Sambil memberikan Al qur’an itu kepada aza. ‘’aku ikhlas uang itu kamu pake asal untuk kebaikan, dan buku ini namanya Al qur’an. Azzalia adalah namaku dan foto ini adalah orangtuaku. Memang ini benda kesayanganku tapi orangtuaku mengajarkan untuk selalu mengikhlaskan suatu yang kita sayang diambil oranglain. Dan ini Al qur’an untukmu,mungkin kamu lebih membutuhkannya dari pada aku. Emm satu lagi adikmu akan sembuh kalau obat yang kamu beli menggunakan uang yang halal.’’ Aza mengambil foto yang terselip di Al qur’an nya lalu dimasukkan ke dalam tas. Al qur’an itu diberikan kepada fandi kemudian aza pergi . fandi hanya tercengang tidak mampu berkata apapun, mulutnya serasa terkunci. Dia semakin tidak mengerti apa yang dikatakan gadis berjilbab itu.

Sebenarnya fandi masih belum tau buku apa yang dia pegang. Kemudian dia bertanya kepada inna. ‘’ini Al qur’an bang,pedoman orang islam. Abang islam kan?”Tanya inna. “iya sih kalo d ktp gua islam” tutur fandi. “nanti  deh inna ajarin ,kemarin inna sempet di ajarin mba aza. Abang minta ajarin aja sama mba aza, dia cantik loh bang pinter lagi..hehe” gurau inna.

Semenjak itu aza jarang ke rumah fandi lagi dan fandi mulai giat mencari pekerjaan untuk bisa membiayai pengobatan inna. Tapi penyakit inna juga tak kunjung sembuh dan dokter menyarankan untuk transplantasi jantung. Inna pun kondisinya semakin memburuk, fandi tidak tahu harus apa saat itu. Fandi memutuskan untuk membawa inna ke rumah sakit, meskipun dia tidak memiliki cukup uang untuk biaya rumah sakit. Setelah 2 hari dirawat tiba-tiba dokter meminta fandi untuk menemui nya. Dokter itu mengtakan kalau ada seorang hamba Allah yang akan membiayai semua pengobatan inna serta dia juga mau mendonorkan jantungnya untuk inna. Fandi pun setuju meski agak sedikit aneh saja ada orang sebegitu dermawannya.Operasi pun begitu lancar, dan inna juga sudah boleh dibawa pulang.

Alhamdulillah setelah kepulangan inna dari rumah sakit saat itu fandi mendapat pekerjaan yang lumayan di sebuah bengkel mobil ternama hingga beberapa bulan kemudian akhirnya dia bisa membuka bengkel kecil-kecilan sendiri. Cukup untuk membeli rumah baru dan membiayai sekolah inna.

Fandi juga memutuskan untuk belajar Al qur’an dan ingin lebih mengenal Allah. Dia belajar di sebuah pondok pesantren tak jauh dari tempat tinggalnya sekarang. Karena kesungguhanya bahkan kini fandi telah menjadi hafidz qur’an. Namunn tetap saja dia masih kepikiran aza dan seorang dermawan yang telah mendonorkan jantungnya untuk inna. Dia ingin sekali bertemu dengan aza dan seorang dermawan itu untuk sekedar mengucapkan terimakasih. Fandi ingin mengembalikan Al qur’an yang telah diberikan aza padanya. Tak hanya itu ,sepertinya fandi juga jatuh cinta pada aza.

Karena dihantui rasa penasaran fandi pergi ke rumah sakit tempat inna di operasi dia berusaha membujuk dokter yang merawat inna untuk mengatakan siapa orang dermawan itu. Akhirnya dokter mengatakan bahwa azalia yang mendonorkan jantungnya untuk inna sekaligus membiayai pengobatan inna. Fandi sangat kaget apalagi saat dokter mengatakan bahwa azalia telah meninggal dunia akibat kanker otak yang dideritanya. Fandi pulang dengan pikiran yang kacau.

…..

“sebenarnya mba aza menemuiku saat hari pertama aku dirawat di rumah sakit, dia ingin abang tetap menyimpan Al qur’an itu dan dia juga menitipkan surat ini pada abang” tutur inna di teras rumah sambil memberikan sebuah amplop surat.


“Assalamualaykum fandi…maaf aku tidak sempat menemuimu, dan setelah kamu baca surat ini mungkin aku telah tiada. Fan aku sungguh kagum padamu, kagum pada perjuanganmu untuk kesembuhan inna. jarang sekali aku menemukan seorang pria seperti dirimu. Mungkin itu yang membuat aku jatuh hati padamu. Aku ingin kamu menjadi orang yang lebih baik lagi. Eits..kamu jangan bersedih.  Aku pernah mengatakan kan padamu untuk mengikhlaskan sesuatu yang kita sayang pergi dari kita, jadi kamu harus ikhlas melepasku agar aku tenang di surga J . jaga inna baik-baik jangan sampai dia sakit lagi.emm…aku titip AZALIA ku ya, semoga kita nanti dipertemukan di surga yang abadi.”

AZALIA

…..

“ya itu surat pertama dan terakhir yang ditulis aza untukku, terlalu singkat aku mengenalnya. Mungkin kini dia sudah ada di surga tapi dia tetap ada di hatiku. Mungkin kamu bertanya kenapa kamu aku bawa kesini, karna aku ingin azalia menyaksikan aku memberikan Al qur’an ini padamu. Sudah saatnya AZALIA berada di tangan orang yang membutuhkannya.’’ujar fandi kepada dewi d samping makam aza sambil memberikan qur’an AZALIA padanya. ‘’dan mungkin kamu akan terlihat cantik jika berjilbab.’’ Tambah fandi sembari meninggalkan pusar aza. Dewi pun tersenyum.

TAMAT

5 komentar: