Di sudut jalan terlihat seorang gadis
sedang duduk di halte menunggu bus. selang beberapa menit lewatlah sebuah
minibus. Dalam mini bus tersebut hanya berisi beberapa penumpang ,itupun
semuanya pria. Sebenarnya dia ragu untuk naik minibus tersebut, namun apa boleh
buat sudah hampir jam 9 malam dan hanya itu satu"nya kendaraan yg
melintas. ya gara" praktikum mengharuskan dia pulang malam.
Tiba” salah seorang penumpang bus berpenampilan preman
mendekati dia, mencoba merampas tas yg dia pangku. Sontak si gadis berteriak
"tolong tolong". namun tak seorangpun ada yg menolong karena takut
dia membawa pisau. pria itu lalu turun dari bus dengan membawa tas si gadis. Setelah
kejadian itu azza begitu sedih, bukan karena tasnya atau uang di dalamnya tapi
sebuah benda yang sangat berharga pemberian orangtuanya yg selalu dia bawa. Ya
dia seorang yatim piatu setelah orang tuanya meninggal karena kecelakaan mobil
saat ingin menjemputnya dari bandara 12 tahun silam.
"beberapa hari ini dia terlihat murung dan susah makan,
aku takut kalau dia sakit lagi mba rum" ujar dilla sahabat aza via sms
kepada arumi.
Keesokan harinya arumi datang menemui aza, “hei kenapa kau
murung seperti itu, biasanya kau selalu ceria. Orangtuamu pasti sedih melihatmu
seperti ini. Ingat kamu harus jaga kesehatanmu.”ujar arumi,anak teman baik ayah
aza semasa hidup, dia begitu perhatian pada aza, ya karena dia anak tunggal
jadi arumi sudah dianggapnya seperti kakak kandungnya sendiri. “maaf mba, aku udah
ngrepotin”tutur aza. “kamu ini tanggungjawab mba, wajar kalau mba khawatir
padamu. ini mba bawaain bubur, dimakan ya,.. mba ga bisa lama-lama karena harus
menjemput ponakanmu di sekolah”ujar arumi sembari pergi meningglkan aza.
……
Di tempat berbeda fandi si pencopet itu tengah mengobrak
abrik isi tas aza,hanya ada 2 lembar uang seratus ribuan serta beberapa uang
kecil dan sebuah Al qur’an bertuliskan AZZALIA
,“sial kaga ada duitnya”gerutu fandi. AL qur’an tersebut mencuri perhatian
fandi,jarang-jarang barang curiannya seperti itu. Karena penasaran dia membuka
AL qur’n tersebut terdapat sebuah foto gadis cantik berjilbab bersama
orangtuanya terselip di dalamnya. Entah mengapa ada sesuatu yang aneh, fandi
merasa dirinya lebih tenang saat membuka Al qur’an itu, namun sebenarnya fandi
sendiri tidak tahu kalau buku yang dia pegang adalah Al qur’an, maklum saja dia
dibesarkan di jalan dari kecil dia tidak pernah diajari mengaji. “buku apaan
ini…jimat kali ye” kata fandi dalam hati sambil menutup kembali Al qur’an itu
dan meletakkannya di atas meja.
……
Dua hari
kemudian datang paket kiriman untuk aza, isinya Al qur’an. Arumi lah yg
mengirim itu untuk aza. Ya meskipun itu bukan Al qur’an nya yg hilang tapi itu
membuat aza sedikit terhibur. Setelah kejadian itu aza lebih berhati-hati lagi
ketika pulang malam. Dia pasti selalu mengajak dilla, jadi agak sedikit tenang
ada temannya.
Suatu ketika aza
tengah berjalan-jalan di taman kota. Seperti biasa dia selalu menyempatkan untuk duduk sejenak menghilangkan
penat sembari melajutkan tulisan d notebook nya. Setelah beberapa jam dia
memutuskan untuk pulang. Namun tiba-tiba dia melihat seorang pria yg tengah
mengambil dompet di saku salah seorang pengunjung taman yg tengah berkerumun
melihat ikan di kolam. Aza kaget karena wajah pria itu sangat familiar. Dia
baru sadar bahwa dialah yang merampas tas aza, pakaian seperti preman dengan
jaket dan celana jeans yang robek-robek tidak enak sekali dipandang. Seketika aza
tidak berteriak copet akan tetapi di malah menghampiri pria tersebut dan
berkata “cepat kembalikan dopet itu atau aku akan teriak copet”ancam aza.
“hasshhh…sial baiklah” jawab pria itu sambil menggerutu. Dikembalikanlah dompet
tersebut pada pengunjung taman, “pak ini dompetnya jatuh” dengan wajah yg
sedikit cemberut, maklum karena hasil jerih payahnya kali ini digagalkan oleh
seorang gadis berjilbab itu. “iya mas trimakasih” jawab pengunjung taman. Pria itu
lalu pergi dengan wajah garang. Entah apa yang sebenarnya dipikirkan aza,dia
malah mengikuti pria pencopet itu. Terlihat dari kejauhan fandi masuk ke apotik
dan keluar lagi membawa bungkusan plastik kecil. Aza terus saja mengikutinya,
hingga akhirnya fandi masuk ke sebuah rumah reot di tengah perkampungan kumuh. Tak lama fandi pun keluar lagi dan pergi
tanpa membawa apapun dari rumah itu. Aza kira dia ingin mencuri lagi tapi
sepertinya tidak. Aza pun penasaran, dia mendekat ke rumah itu, terdengar
seperi suara benda jatuh dan triakan minta tolong. ‘’abang tolong inna ‘’ sayup-sayup
teriakan dari dalam rumah. Aza pun masuk rumah itu ternyata seorang gadis
sekitar 13 tahun tengah tersungkur di samping meja dapur. “astagfirullah…ayo
bangun” aza mencoba membantu gadis kecil itu bangun. Inna lalu menceritakan
semuanya pada aza, kalau dia tengah sakit , dia juga menceritakan kalau fandi
sebenarnya bukan kakak kandungnya. Fandi menemukan inna di pinggir jalan saat
usia nya masih amat kecil dan sejak itu dia tinggal bersama fandi. “bang fandi
jadi berubah pemarah setelah aku di vonis dokter sakit. Aku sebenarnya kasihan
pada bang fandi mba dia pasti kerja keras untuk mendapatkan uang untuk pengobatanku.”
Tutur inna. Sekarang aza tahu mengapa fandi melakukan perbuatan tersebut.
…..
“aku heran
padamu zza, padahal kamu sangat menginginkan Al qur’an mu kembali tapi kamu menyia-nyiakan
kesempatan itu. Malah kamu menolong adik pencopet itu.” gumam dilla tidak trima
dengan perlakuan aza. “aku malah akan memberikan Al qur’an ku pada pencopet
itu, besok kamu temenin aku ya?”jawab aza santai. “oh ya Rabb ada apa dengan
sahabat hamba ini” ujar dilla keheranan.
…..
Setiap hari dilla
dan aza selalu datang ke rumah fandi , tapi tanpa sepengetahuan fandi. Mereka membawa buah-buahan dan
sedikit bahan makanan. Aza dan inna semakin tambah akrab. Lama-kelamaan fandi
makin curiga karena selalu ada makanan di rumahnya,dan inna pun tak mau cerita
perihal itu.
Suatu
ketika aza pergi kerumah fandi ,tapi kali ini dia sendiri karena dilla sedang
ada kuliah siang itu. Saat aza dan inna tengah asyik mengaji tiba-tiba fandi
datang. Fandi sontak menarik aza keluar dan memakinya. “siapa loe sebenarnya,
apa yang loe mau dari adek gue.” Teriak fandi marah. Dengan pelan aza
menjelaskan semuanya ‘’kamu tahu gadis yang kamu rampas tas nya saat di bus
malam itu, dia sangat sedih karena benda kesayangannya berada dalam tas itu.
Dia sedih karena benda itu pemberian orangtunya yang telah meninggal dunia 12
tahun silam.”jelas aza. Fandi tersadar gadis cantik dalam foto itu adalah dia.
‘’oh jadi lu cewek di foto itu. Lu mau buku itu balik kan,tunggu gue ambilin. Tapi setelah ini loe harus
pergi.’’ Fandi masuk mengambil Al qur’an. ‘’ini buku lu,tapi duitnya dah gue
pake.’’ Sambil memberikan Al qur’an itu kepada aza. ‘’aku ikhlas uang itu kamu
pake asal untuk kebaikan, dan buku ini namanya Al qur’an. Azzalia adalah namaku
dan foto ini adalah orangtuaku. Memang ini benda kesayanganku tapi orangtuaku
mengajarkan untuk selalu mengikhlaskan suatu yang kita sayang diambil oranglain.
Dan ini Al qur’an untukmu,mungkin kamu lebih membutuhkannya dari pada aku. Emm
satu lagi adikmu akan sembuh kalau obat yang kamu beli menggunakan uang yang
halal.’’ Aza mengambil foto yang terselip di Al qur’an nya lalu dimasukkan ke
dalam tas. Al qur’an itu diberikan kepada fandi kemudian aza pergi . fandi
hanya tercengang tidak mampu berkata apapun, mulutnya serasa terkunci. Dia semakin tidak mengerti apa yang
dikatakan gadis berjilbab itu.
Sebenarnya fandi
masih belum tau buku apa yang dia pegang. Kemudian dia bertanya kepada inna. ‘’ini Al
qur’an bang,pedoman orang islam. Abang islam kan?”Tanya inna. “iya sih kalo d
ktp gua islam” tutur fandi. “nanti deh
inna ajarin ,kemarin inna sempet di ajarin mba aza. Abang minta ajarin aja sama
mba aza, dia cantik loh bang pinter lagi..hehe” gurau inna.
Semenjak
itu aza jarang ke rumah fandi lagi dan fandi mulai giat mencari pekerjaan untuk
bisa membiayai pengobatan inna. Tapi penyakit inna juga tak kunjung sembuh dan
dokter menyarankan untuk transplantasi jantung. Inna pun kondisinya semakin
memburuk, fandi tidak tahu harus apa saat itu. Fandi memutuskan untuk membawa
inna ke rumah sakit, meskipun dia tidak memiliki cukup uang untuk biaya rumah
sakit. Setelah 2 hari dirawat tiba-tiba dokter meminta fandi untuk menemui nya.
Dokter itu mengtakan kalau ada seorang hamba Allah yang akan membiayai semua
pengobatan inna serta dia juga mau mendonorkan jantungnya untuk inna. Fandi pun
setuju meski agak sedikit aneh saja ada orang sebegitu dermawannya.Operasi pun
begitu lancar, dan inna juga sudah boleh dibawa pulang.
Alhamdulillah
setelah kepulangan inna dari rumah sakit saat itu fandi mendapat pekerjaan yang
lumayan di sebuah bengkel mobil ternama hingga beberapa bulan kemudian akhirnya
dia bisa membuka bengkel kecil-kecilan sendiri. Cukup untuk membeli rumah baru
dan membiayai sekolah inna.
Fandi juga
memutuskan untuk belajar Al qur’an dan ingin lebih mengenal Allah. Dia belajar
di sebuah pondok pesantren tak jauh dari tempat tinggalnya sekarang. Karena
kesungguhanya bahkan kini fandi telah menjadi hafidz qur’an. Namunn tetap saja
dia masih kepikiran aza dan seorang dermawan yang telah mendonorkan jantungnya
untuk inna. Dia ingin sekali bertemu dengan aza dan seorang dermawan itu untuk
sekedar mengucapkan terimakasih. Fandi ingin mengembalikan Al qur’an yang telah
diberikan aza padanya. Tak hanya itu ,sepertinya fandi juga jatuh cinta pada aza.
Karena dihantui
rasa penasaran fandi pergi ke rumah sakit tempat inna di operasi dia berusaha
membujuk dokter yang merawat inna untuk mengatakan siapa orang dermawan itu. Akhirnya
dokter mengatakan bahwa azalia yang mendonorkan jantungnya untuk inna sekaligus
membiayai pengobatan inna. Fandi sangat kaget apalagi saat dokter mengatakan
bahwa azalia telah meninggal dunia akibat kanker otak yang dideritanya. Fandi pulang
dengan pikiran yang kacau.
…..
“sebenarnya
mba aza menemuiku saat hari pertama aku dirawat di rumah sakit, dia ingin abang
tetap menyimpan Al qur’an itu dan dia juga menitipkan surat ini pada abang”
tutur inna di teras rumah sambil memberikan sebuah amplop surat.
“Assalamualaykum
fandi…maaf aku tidak sempat menemuimu, dan setelah kamu baca surat ini mungkin
aku telah tiada. Fan aku sungguh kagum padamu, kagum pada perjuanganmu untuk
kesembuhan inna. jarang sekali aku menemukan seorang pria seperti dirimu. Mungkin
itu yang membuat aku jatuh hati padamu. Aku ingin kamu menjadi orang yang lebih
baik lagi. Eits..kamu jangan bersedih. Aku
pernah mengatakan kan padamu untuk mengikhlaskan sesuatu yang kita sayang pergi
dari kita, jadi kamu harus ikhlas melepasku agar aku tenang di surga J . jaga inna baik-baik jangan sampai
dia sakit lagi.emm…aku titip AZALIA ku ya, semoga kita nanti dipertemukan di surga
yang abadi.”
AZALIA
…..
“ya itu surat pertama
dan terakhir yang ditulis aza untukku, terlalu singkat aku mengenalnya. Mungkin
kini dia sudah ada di surga tapi dia tetap ada di hatiku. Mungkin kamu bertanya
kenapa kamu aku bawa kesini, karna aku ingin azalia menyaksikan aku memberikan
Al qur’an ini padamu. Sudah saatnya AZALIA berada di tangan orang yang
membutuhkannya.’’ujar fandi kepada dewi d samping makam aza sambil memberikan
qur’an AZALIA padanya. ‘’dan
mungkin kamu akan terlihat cantik jika berjilbab.’’ Tambah fandi sembari
meninggalkan pusar aza. Dewi pun tersenyum.
TAMAT

subhanallah ^_^
BalasHapushehe...baru belajar bikin cerpen ukh...maap ye kalo berantakan kisahnya
BalasHapuslanjutkan cyiiiiiiiiiiiiiiiiiiin ^^
BalasHapusSubhanallah hihi ayonn
BalasHapusSemangat jadi penulis: )
aduhh...ssstttt,.mba ayu., jgn blang", malu euy
BalasHapus